KAB. BEKASI | Sangkakala.tv –
Serma Tohadi Babinsa Koramil 01 Tambun di lokasi Sekolah Dasar Islam terpadu, mengatakan ; untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun menggunakan vaksin Sinovac, dan dilakukan atas dasar izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
Vaksinasi juga sudah melalui proses pengecekan di Biofarma jadi aman, “tutur Tohadi pada awak media.
Menurut pantauan awak media kegiatan ini juga dibantu dan dihadiri oleh Kapuskesmas Desa Setiamekar Mantri Dimyati SKm MSI, Team Puskesmas Desa Setia Mekar, Bimaspol Desa Setiamekar Aiptu Didin Komarudin, Babinsa Desa Setiamekar Serma Tohadi serta para Nakes dan Relawan.
Untuk sasaran di Sekolah Dasar Islam terpadu Al Fidaa kami siapkan sebanyak 803 murid.
Ketika ditemui Ka. Puskesmas Desa Setia Mekar menyampaikan, vaksinasi terhadap anak juga harus melalui scranning seperti halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami indikasi Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) untuk itu tubuh anak kan kita lakukan cek tekanan darah dan kondisi anak harus benar-benar siap jaangan sampai anak dalam keadaan perut kosong atau belum sarapan, ” paparnya Dimyati.

Beberapa indikasi efek samping tersebut antara lain : nyeri pada lengan bekas suntikan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi,
menggigil, mual atau muntah,
rasa lelah, demam yang ditandai suhu diatas 37,8 derajat celsius
gejala mirip flu.
Jika terjadi hal demikian, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito meminta para orang tua tidak panik.
Langkah penanganan dini yang dimaksud ialah membuat anak cukup beristirahat dan minum obat penurun panas jika diperlukan. Serta upayakan agar anak mengkonsumsi air putih yang cukup. Lalu, jika terdapat rasa nyeri di tempat bekas suntikan, usahakan tetap gerakan dan gunakan lengan anak. (Wr)








