JAKARTA | Sangkakala.tv –
Mimbar Agama Kristen :
_”Setiap pagi serahkan dirimu kepada ALLAH. Serahkanlah segala rencanamu pada-NYA. Sehingga hidupmu dibentuk hari demi hari seperti kehidupan Kristus”_. (Ellen G White)
📖 1 Timotius 1 : 17
_”Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang Esa ! Amin.”_
Penyataan akan diri-Nya yang Allah telah berikan di dalam Firman-Nya adalah untuk kita pelajari. Kecerdasan yang paling tinggi boleh digunakan sampai pikiran itu sendiri lelah dalam mereka-reka keadaan Allah itu, tetapi usaha itu tidak akan berhasil.
Masalah ini belum diberikan kepada kita untuk dipecahkan. Tidak ada pikiran manusia yang dapat memahami Allah.
Janganlah ada orang yang mencoba mengadakan spekulasi tentang keadaan-Nya. Di sini berdiam diri itu lebih baik. Yang Mahakuasa itu berada di luar jangkauan perbincangan.
Bahkan para malaikat pun tidak diizinkan untuk mengikuti musyawarah antara Bapa dan Anak itu ketika rencana keselamatan di adakan.
Manusia tidak boleh ikut campur dalam kerahasiaan Yang Mahatinggi. Kita tidak tahu apa-apa tentang Allah sebagaimana anak-anak kecil ; tetapi, sebagai anak kecil, kita bisa mengasihi dan menuruti Dia.
Gantinya berspekulasi tentang keadaan-Nya atau hak istimewa-Nya, biarlah.
Kita memperhatikan kata-kata yang telah diucapkan-Nya : “Dapatkah engkau memahami hakikat Allah.”
Dengan cara menyelidiki, manusia tidak dapat menemukan Allah. Janganlah seorang pun dengan tangan lancang menyingkap tirai yang menudungi kemuliaan-Nya. “Sungguh tak terselidiki keputusan keputusan-Nya, dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya.”
Inilah bukti kemurahan-Nya bahwa ada tempat persembunyian kuasa-Nya ; karena menyingkap tirai yang menyembunyikan hadirat llahi-Nya berarti kematian.
Tak ada pikiran yang fana dapat menerobos rahasia di mana Yang Mahakuasa tinggal dan bekerja. Hanyalah apa yang la anggap pantas untuk dinyatakan itulah yang dapat kita pahami tentang Dia.
Penalaran harus mengakui suatu wewenang tertinggi itu sendiri. Hati dan kecerdasan harus tunduk kepada Yang Mahabesar.
*🛐 TUHAN MEMBERKATI* 🙏🏻
(Red)








