BANTEN || SANGKAKALA 7 –
Mimbar Agama Islam :
Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :
مَثَلُ الذي يَذْكُرُ رَبَّهُ والذي لا يَذْكُرُ رَبَّهُ، مَثَلُ الحَيِّ والمَيِّتِ
*”Permisalan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dengan orang yang tidak berdzikir, seperti orang yang hidup dan orang yang mati” (HR. Al Bukhari no. 6407).*
Dalam riwayat Muslim :
مَثَلُ البَيْتِ الذي يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ، والْبَيْتِ الذي لا يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ، مَثَلُ الحَيِّ والْمَيِّتِ
*”Permisalan rumah yang di dalamnya terdapat dzikir kepada Allah dengan rumah yang tidak ada dzikir di dalamnya, seperti orang yang hidup dan orang yang mati” (HR. Muslim no. 779).*
Faedah :
1. Hadits ini memotivasi untuk memperbanyak dzikir dimanapun kita berada. Dan orang yang lalai dari dzikir ia bagaikan orang yang mati.
2. Saat antum di mobil, atau jalan di pasar, atau duduk di kantor, atau dimanapun tempatmu, tidak mampukah antum sekedar menggerakkan lisan.. mengapa antum diam..?
Bukankah detik-detik yang sedang antum alami sekarang ini juga bagian dari umurmu, dan itu juga mengurangi jatah usiamu.. mengapa antum sia-siakan dalam diam..?
Pada momen-momen itu, isilah dengan dzikir kepada Allah. Bisa membaca Alquran atau dengan dzikir lainnya.
Antum beralasan, tidak hapal quran..? … Saya yakin, antum masih hapal Alfatihah, surat yang paling agung dalam Alquran, ulang-ulang saja Al fatihah itu, seribu kali atau duaribu kali, tidak ada yang melarangmu… mengapa antum diam..?
Saat antum menunggu lampu merah, atau sedang naik angkot, atau duduk menunggu antrian, atau saat engkau bertugas sebagai satpam, atau polisi, atau tentara yang berjaga, isilah dengan istighfar.. mengapa antum diam..?
(Majid)







