KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE

- Redaktur

Senin, 14 September 2026 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUNGO, JAMBI || Sangkakala 7
Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali mencoreng wajah pemerintahan desa. Kali ini, Kepala Desa Koto Jayo, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, diduga terlibat dalam aktivitas PETI menggunakan alat berat jenis Rhino.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas pengupasan tanah menggunakan alat berat berlangsung di wilayah Sungai Gurun, tepatnya di seberang Desa Koto Jayo, arah ilir Jembatan Gantung Sungai Gurun.

Tanah yang dikerjakan disebut sebagai tanah tak bertuan dengan luas diperkirakan sekitar 1 hektare.

Temuan tim di lapangan mengungkap adanya satu unit alat berat di lokasi yang diduga digunakan untuk kegiatan PETI.

Narasumber juga menyebut adanya upaya menghapus bekas jalan alat berat untuk menghilangkan jejak aktivitas.

“Bekas jalan alat berat juga diupayakan untuk dihapus, untuk menghilangkan jejak,” tutur narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Tanah Tak Bertuan Bukan Berarti Bebas Hukum

Status tanah yang disebut tak bertuan tidak otomatis menjadikan lahan tersebut bebas dikerjakan untuk aktivitas pertambangan.

Dugaan pengupasan tanah menggunakan alat berat untuk mencari emas tetap harus diperiksa legalitasnya, termasuk izin pertambangan, status penguasaan lahan, serta dampaknya terhadap lingkungan.

Apalagi, dugaan keterlibatan kepala desa dalam aktivitas tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengawasan pemerintahan desa.

Apakah Kades Koto Jayo mengetahui aktivitas alat berat Rhino di wilayah Sungai Gurun? Siapa pemilik alat berat dan pengendali kegiatan? Apakah tanah seluas sekitar 1 hektare itu memiliki status hukum yang jelas?

APH Diminta Turun Ke Lokasi PETI, Jangan Hanya Menunggu Laporan

Aparat Penegak Hukum (APH) diminta segera turun ke lokasi untuk memastikan kebenaran dugaan PETI tersebut.

Jika aktivitas itu terbukti tanpa izin, penindakan harus menyasar seluruh pihak yang bertanggung jawab, bukan hanya pekerja lapangan.

Dugaan upaya menghilangkan bekas jalan alat berat juga perlu diperiksa agar tidak menjadi celah untuk mengaburkan aktivitas pertambangan.

Jabatan kepala desa bukan kekebalan hukum. Jika benar terlibat, siapa pun harus diproses sesuai aturan yang berlaku.

Facebook Comments Box

Penulis : W-067

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Miris !!! Jalan Desa Durian Sei Balai Rusak dan Becek, Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan
Tanggul Waduk Perkebunan Jebol, Belasan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter
Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba
Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎
Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI
Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎
Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Miris !!! Jalan Desa Durian Sei Balai Rusak dan Becek, Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Tanggul Waduk Perkebunan Jebol, Belasan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba

Sabtu, 26 September 2026 - 20:28 WIB

Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎

Senin, 21 September 2026 - 23:47 WIB

Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI

Berita Terbaru

Pemerintahan

Sekdakab Tapteng Tutup Lomba Bertutur Tingkat SD/MI

Kamis, 29 Okt 2026 - 21:38 WIB

Pemerintahan

Bupati Humbahas Bahas Hibah Aset Tanah dan Relokasi Kantor KPU

Kamis, 29 Okt 2026 - 17:19 WIB