Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H.Irpan Haeroni.SM: Pekerja Migran Indonesia Harus Dilindungi

- Redaktur

Selasa, 22 September 2026 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adikarya Parlemen:
H.Irpan Haeroni.SE Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat.

KABUPATEN BEKASI || Sangkakala 7
Penanganan masalah ketenagakerjaan dan perlindungan tenaga kerja di Indonesia dilakukan melalui regulasi hukum, pengawasan, serta lembaga penyelesaian sengketa.

H.Irpan Haeroni.SE Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fraksi Gerindra Jabar lX Kabupaten Bekasi mengatakan penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Jawa Barat merupakan bagian dari tugasnya sebagai Anggota Legislatif, dimana tugas dan wewenang anggota DPRD Provinsi adalah membentuk peraturan daerah bersama Kepala Daerah sebagai lembaga eksekutif untuk membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diajukan oleh Kepala Daerah dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah, jelasnya.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Irpan Haeroni. SM mengatakan, Pekerja Migran Indonesia dan Calon Pekerja Migran Indonesia asal Jawa Barat harus dilindungi dari perdagangan orang, perbudakan dan kerja paksa, korban kekerasan, kesewenang-wenangan, kejahatan atas harkat dan martabat manusia, serta perlakuan lain yang melanggar hak asasi manusia, kata Irpan Politisi dari Partai Gerindra, kata Irpan di rumah kediamannya pada Senin 21/09/2026.

Provinsi Jawa Barat sangat beruntung telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Asal Daerah Provinsi Jawa Barat.

Perda tersebut sangat strategis karena banyaknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari Provinsi Jawa Barat.

Lanjut Irpan Haeroni Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat menegaskan, yang melatari keberadaan Perda Nomor 2 Tahun 2021 adalah kebutuhan peningkatan kompetensi, produktivitas, dan daya saing tenaga kerja sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi antar daerah, tegas Irpan.

Facebook Comments Box

Penulis : R-001

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Reses DPRD Toba Dapil I, Efisiensi Anggaran Tak Boleh Hambat Pembangunan Pertanian Dan Pariwisata
Sikap Toleransi Dapat Dicermati dengan Saling Menghargai, Menghormati, dan Menerima Segala Bentuk Perbedaan
ENAM FRAKSI DPRD HUMBAHAS SOROTI RAPBD TAHUN 2027
Jadilah Pemuda-Pemudi Indonesia Yang Gigih, Cerdas, Inovatif, dan Produktif
Kolaborasi Antara DPRD dan Pemda Merupakan Kunci Utama Menekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran
Stunting dan Kekurangan Gizi Menjadi Tantangan Serius yang Harus Ditangani Bersama
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN TINGKATKAN KESEJAHTERAAN
Penguatan Tenaga Ahli Cagar Budaya Jadi Fondasi Pelestarian Warisan Budaya
Berita ini 28 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:31 WIB

Reses DPRD Toba Dapil I, Efisiensi Anggaran Tak Boleh Hambat Pembangunan Pertanian Dan Pariwisata

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Sikap Toleransi Dapat Dicermati dengan Saling Menghargai, Menghormati, dan Menerima Segala Bentuk Perbedaan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:50 WIB

ENAM FRAKSI DPRD HUMBAHAS SOROTI RAPBD TAHUN 2027

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Jadilah Pemuda-Pemudi Indonesia Yang Gigih, Cerdas, Inovatif, dan Produktif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Kolaborasi Antara DPRD dan Pemda Merupakan Kunci Utama Menekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

Berita Terbaru