HUMBAHAS || SANGKAKALA 7 –
Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor SE, wujudkan visi dan misi untuk menciptakan siswa/i yang unggul dalam bidang pendidikan.
Upaya yang terus di lakukan membenahi pendidikan dalam peningkatan mutu dan kualitas sesuai harapan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan.
Hal ini di jelaskan Kepala Dinas Pendidikan Kab Humbang Hasundutan, Drs Jonny Gultom kepada wartawan di ruang kerjanya. Selasa 25/01/2022.
Drs Jonny Gultom menjelaskan setelah penandatanganan MOU dengan Dirjen Kemendikbud baru-baru ini, dalam rangka mewujudkan Pendidikan Sekolah Penggerak di Kabupaten Humbahas, maka diharapkan mampu menambah pengetahuan serta kualitas guru dan sekolah akan terwujud.
Ditambahkannya,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pendidikan Kab Humbang Hasundutan sudah mempersiapkan program dengan harapan Humbanghasundutan masuk menjadi salah satu sekolah yang menerapkan sekolah penggerak yang sesuai harapan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan itu.
” Bupati Humbanghasundutan melalui Kepala Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Kab Humbang Hasundutan akan melakukan sosialisasi dan seleksi kepada sekolah yang akan ditetapkan menjadi sekolah penggerak untuk sosialisasi “, ujar Jonny Gultom.
“Kegiatan yang dimulai pada hari ini Selasa 25/1/2022, dimana terdapat 46 kepala sekolah dan K3S untuk SD serta PAUD Pembina, diharapkan kepada seluruh sekolah di Humbahas harus mengikuti seleksi sekolah penggerak, setelah ini nantinya pada tanggal 28-30 secara Nasional di Batam kegiatan yang sama akan digelar, ” Ujarnya.
Menurutnya sekolah penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).
Drs Jonny Gultom menjelaskan untuk tahun 2022 Kab Humbahas menjadi salah satu sekolah penggerak yang terpilih atau yang ditunjuk pemerintah, maka secara otomatis akan mendorong kemajuan mutu pendidikan baik dari segi pembelajaran dan sarana prasarana, dan lagi, secara program sesuai sosialisasinya maka sekolah yang ditetapkan pemerintah akan mendapatkan aprimasi kinerja.
” Kalau boleh seluruh sekolah kita yakni 218 SD 46 SMP 7 Paud Pembina yang akan menjadi sekolah pendukung program sekolah penggerak” , ujarnya.
Mengenai kriterianya Jhonny Gultom menambahkan, untuk Kriterianya adalah setiap Kepala sekolah harus mengikuti diklat pelatihan, dan Kepala sekolah yang sudah memimpin sekolah penggerak akan ada komitmen tidak akan bisa bergeser selama empat tahun, yang terakhir adalah bahwa Kepala Sekolah akan mendapat aprimasi kinerja yang bagus untuk mendukung progran pembelajaran disekolah.
“Saya tidak mau cuman di dinas yang tahu tentang guru penggerak, sebenarnya sudah ada sekitar 70 guru yang telah mengikuti sosialisasi pelatihan guru penggerak tahun lalu para guru-guru kita bertempat di SMK 1 Doloksanggul, dan tutornya dari badan diklat Yogyakarta hingga sekarang masih berlanjut secara daring, karena ada waktunya hingga enam bulan, ” tandasnya.
Kadis Pendidikan Humbahas Drs Jhonny Gultom berharap setelah diseleksi nantinya selesai, semoga Humbanghasundutan bisa mampu dan terpilih menjadi salah satu sekolah penggerak di tingkat Nasional.
“Merekalah yang menilai dan menentukan siapa yang akan menjadi sekolah penggerak, setelah kita melalui upaya seleksi itu, sekali lagi maka otomatis nantinya jika kita ditetapkan kementerian.
Kemudian Jonny Gultom menjelaskan, guru kepala sekolah akan mengikuti kegiatan yang di tetapkan kementrian Pendidikan.
“Guru kepala sekolah akan di dampingi kementerian dan lembaga penjamin mutu Medan nantinya selama 64 jam pelajaran oleh tutor nasional yang ditetapkan kementerian” tandasnya. (Charles)








