JAKARTA || SANGKAKALA 7 –
Mimbar Agama Buddha :
Pernahkah anda melihat atau mengenal seseorang, yang tetap sabar dan tenang saat mendapat musibah dan sama tenangnya saat mendapat keberuntungan ?
Tetap terkendali dan sabar saat diejek dan dicaci dan juga bersikap kalem saat disanjung.
Tetap santun dan rendah hati saat mendapat kekuasaan atau menjadi Boss dan juga menjadi bawahan, bersedia makan di restoran mewah dan tidak menolak makan di tenda pinggir jalan.
Tidak jumawah saat naik mobil mewah dan tidak minder saat naik bajaj atau bus umum.
Tidak rakus dan tidak menimbun saat diberi kesempatan kaya dan Tidak mengeluh saat jatuh miskin.
Menggunakan sandang-pangan dan peralatan utk dimanfaatkan fungsinya, bukan untuk dipamerkan mereknya, Mata mereka sudah tidak silau dan tidak tergoda dgn indahnya bungkus atau pernak pernik asesoris.
MEREKA SUDAH LEBIH MEMILIH ESENSI.
Memilih teman tanpa membeda kan status sosial, gelar atau posisi.
Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang sudah *SELESAI DENGAN DIRINYA SENDIRI*
Kakinya menapak bumi dan menjalani realitas, tetapi JIWANYA sudah berada di ‘ATAS KITA’. Ego atau ke ‘Aku’ annya sudah ditaklukan.
Buat mereka kehidupan di atas bumi sekedar peran-peran fana dari Sang Sutradara Agung yang mereka jalani.
Dia akan terus memancarkan perubahan dengan karya karya nyatanya, Kenali diri, bangun potensi dan lejitkan prestasi.
Benarkah ada org yg demikian ? ?
CARILAH ! ! DAN JADIKAN MEREKA SAUDARA ATAU SAHABAT
Semoga Semua Makhluk Berbahagia.
SALAM ROMO ASUN GOTAMA.
WASEKJEND DPP WALUBI.
(Redaksi)







