KAB. BEKASI || Sangkakala7.tv
Pentingnya mengembalikan Sungai Citarum sebagai jalan peradaban masyarakat Jawa Barat dengan seluruh tradisi kebudayaan. Citarum harus diselamatkan agar masyarakat kembali pada nilai-nilai luhur budaya yang telah membangun peradaban.
Seperti halnya Babinsa Koramil 13 Kedungwaring Sertu Purwanto bersama warga melakukan pembersihan sungai.
Babinsa Sertu Purwanto menjelaskan, program citarum harum adalah program presiden untuk menormalisasi sungai Citarum yang mengalami pendangkalan, serta pelaksanaan teknis pengerjaannya sudah dikerjakan sejak tahun lalu dan beberapa bulan ini, melibatkan unsur terkait seperti Satgas Citarum Harum dan BBWSC, ” katanya Purwanto.
Saat terpantau oleh awak media kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Sub 4 Sektor 20 Kp.Kedunggede Rt 011/ 04, Desa Kedungwaringin Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Pada Kamis 10/2/2022.
Dengan Material/alat perlengkapan seadanya berupa
Cangkul, Parang Golok, Sabit, Sapu lidi, Sarung tangan. Babinsa Sertu Purwanto bersama warga melakukan pembersihan bantaran sungai sejauh 200 meter.
Kegiatan rutinitas membersihkan sampah dan eceng gondok agar tidak menumpuk dan menghambat air mengalir di anak sungai Kedungwarigin, sehingga air tidak tertahan oleh sampah dan eceng gondok disatu titik, guna memudahkan aliran air anak sungai Irigasi menjadi lancar, ” ujar Purwanto kepada awak media.
Di tempat terpisah, Danramil 13 Kedungwarigin Kapten Inf Rio Sitompul menyampaikan bahwa Sungai Citarum yang merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat adalah merupakan bagian dari peradaban nasional yang menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga dampak dari terjadinya pencemaran Citarum akan menjadi sangat serius karena selain menyebabkan banjir juga akan menjadi polusi serius, akibat dari berbagai limbah termasuk kimia beracun dari industri yang sangat berbahaya bagi kehidupan masyarakat sekitarnya.” Papar Danramil.
Lebih tepatnya Danramil berharap, dengan adanya kegiatan yang dipelopori oleh Babinsa itu nantinya bisa menciptakan gotong-royong ditengah masyarakat. “Tujuan kita, supaya gotong-royong bisa terwujud di kalangan masyarakat, ” pungkasnya Danramil.
(Wr)








