Deklarasi Open Defration Free (ODF) Pemdes Jati Reja Bersama Koramil 08/Lemah Abang

- Redaktur

Kamis, 22 April 2021 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB.BEKASI | Sangkakala TV –
Target Tahun 2024 Kabupaten Bekasi Bebas ODF.
Rofi. ST Camat Cikarang timur mengatakan ; rencana mendatang, seluruh wilayah sudah terbebas dari perilaku bebas Buang Air Besar (BAB) sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).
Saat ini desa dan kelurahan yang telah ODF tercatat baru 60 persen.

Acara deklarasi ini di hadiri oleh,
Danramil 08/ LA. Kapten INF.U. Aswan. S, Camat Cikarang Timur Rofi. ST, Kapolsek Cikarang timur diwakili oleh AKP Agus, KaPuskes Dr Erni, Kades Desa Jatireja Suwandi, Babinsa Desa Jatireja Pelda Suhendi, para Rt sedesa Jatireja dan Ibu ibu PKK.

Deklarasi ODF tingkat Kabupaten bekasi di laksanakan di aula desa Jatireja Kecamatan Cikarang timur kabupaten Bekasi.

Saat acara, Camat Cikarang timur,Rofi. ST, mengungkapkan ;
“Sekarang ini desa dan kelurahan kelurahan melakukan Deklarasi Open Defecation Free,” kata , Rofi. ST.

Dengan adanya deklarasi ODF ini diharapkan masyarakat Kabupaten Bekasi tidak lagi BAB sembarangan, hal itu bisa berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan masyarakat itu sendiri.

Rofi. ST camat Cikarang timur
Dalam kesempatan itu,Sangat
mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), Puskesmas, kecamatan dan desa maupun kelurahan yang sudah bekerjasa sama untuk mengedukasi masyarakat supaya tidak BAB sembarangan.

“Dampak BAB sembarangan sangat besar sekali, di antaranya berupa diare, DBD dan penyakit lainnya,” Terang Camat

Untuk mendukung program tersebut, nantinya Pemkab Bekasi melalui pemdes akan membangun sejumlah WC maupun jamban untuk kepentingan masyarakat.

Pembangunan sejumlah WC atau jamban, sebagai antisipasi warga yang tidak mempunyai jamban (kakus). Pihak desa melalui anggaran desa akan membangun jamban umum.

“Oleh karenanya harus ada semangat dari pihak desa untuk bisa bagaimana masyarakat tidak membuang air besar sembarangan dan mengubah perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat”.

Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Cikarang timur
Dr Erni, mengatakan; dari beberapa desa dan kelurahan di Kabupaten bekasi, baru 60 persen yang tidak BAB sembarangan.
Untuk menciptakan masyarakat yang hidup sehat dan tidak BAB sembarangan, kata Dr Erni, dibutuhkan sinergitas dan komitmen semua pihak, untuk mendorong agar masyarakat tidak BAB sembarangan, kata Dr Erny.

Dr Erny menjelaskan, untuk akses ODF masyarakat tidak harus mempunyai WC. Bahkan mereka yang tidak mempunyai lahan untuk membuat WC bisa mengunakan fasilitas WC atau jamban yang sudah dibuat oleh pemerintah maupun desa.
Mereka bisa ikut di WC sekolah, bisa ikut di jamban komunal, bisa ikut ketetangga maupun ke saudaranya. Yang penting mereka sudah berprilaku hidup sehat dan BAB di Jamban yang sehat,” terang Dr Erny.

Ia menambahkan, setiap tahunnya pemerintah desa membangun jamban untuk warganya dengan mengunakan anggaran desa hingga 10 jamban.

Dengan acara Deklarasi Open Defecation Free oleh para kuwu dan lurah ini, diharapkan bisa mensosialisasikan kepada masyarakat tentang hidup sehat dengan tidak BAB sembarangan.

Semoga tahun 2024 Kabupaten Bekasi bebas BAB sembarangan”.
Selanjutnya kegiatan deklarasi ODF ( open defration free ) di wilayah desa Jatireja kecamatan Cikarang timur Kabupaten Bekasi
harus tetap mengikuti aturan protokol Kesehatan Covid-19
pungkasnya . (Wiro)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Instruksi Bupati Rudy Susmanto, Tim Gabungan Turun ke Lapangan Cek Penyebab Banjir di Cibungbulang
Meneguhkan Disiplin Hingga Tanggung jawab, Pemkab Tapteng Kembali Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional
DPC GAMKI Humbang Hasundutan Dukung Percepatan Pembangunan Pariwisata Danau Toba
Bupati Sampaikan Kondisi Pariwisata dan Rencana Wisata Rohani di Toba kepada Menpar
Dishub Kota Bogor Intensif Tertibkan Parkir Liar, Utamakan Hak Pengguna Jalan
Kemendagri dan Pemda Bahas Pemanfaatan Dana Tambahan TKD Pasca Bencana di Sumut
Optimalkan Pelayanan di Tengah Tantangan, Pemkab Toba Terapkan Sistem Kerja Fleksibel
Puskesmas Empanang Lakukan Penemuan Kasus ILTB Melalui Penyuntikan Tuberkulin di Desa Laja Sandang
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:36 WIB

Instruksi Bupati Rudy Susmanto, Tim Gabungan Turun ke Lapangan Cek Penyebab Banjir di Cibungbulang

Jumat, 17 April 2026 - 20:05 WIB

Meneguhkan Disiplin Hingga Tanggung jawab, Pemkab Tapteng Kembali Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional

Jumat, 17 April 2026 - 19:59 WIB

DPC GAMKI Humbang Hasundutan Dukung Percepatan Pembangunan Pariwisata Danau Toba

Jumat, 17 April 2026 - 19:46 WIB

Bupati Sampaikan Kondisi Pariwisata dan Rencana Wisata Rohani di Toba kepada Menpar

Jumat, 17 April 2026 - 18:49 WIB

Dishub Kota Bogor Intensif Tertibkan Parkir Liar, Utamakan Hak Pengguna Jalan

Berita Terbaru

Peristiwa

Banjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, Permukiman Warga Terendam

Sabtu, 18 Apr 2026 - 23:39 WIB