KAB. BEKASI || Sangkakala7.tv –
Dalam rangka persiapan ujian sekolah, Kepala Sekolah SMUN 1 Cikarang Timur melaksanakan rapat bersama orang tua murid, Minggu (10/04/2022).
Babinsa Sertu Wandi Koramil 08 Lemahabang, ketika di temui awak media menuturkan ; bahwa
“ujian sekolah sudah tidak ada lagi, hanya ada ujian tingkat satuan pendidikan, hal itu juga di sampaikan dalam rapat oleh Kepala Sekolah”, ungkap Sertu Wandi.
“Anak-anak akan menghadapi ujian, maka harus ada kerja sama yang baik antara orang tua murid dan pihak sekolah,”tutur Wandi.
Dia juga menambahkan peran orang tua sangat diharapkan dalam menjaga dan mengontrol anak di rumah maupun pergi ke sekolah.
Hal ini dimaksudkan supaya tidak ada halangan bagi anak untuk mengikuti pelaksanaan ujian nantinya.
“Tolong adanya kerja sama yang baik antara orang tua dan pihak sekolah dalam mempersiapkan anak dalam kegiatan ujian sekolah. Karena waktu kita hanya tinggal dua Minggu saja berada di tempat ini,”ujar Wandi.
Dia juga mengajak orang tua murid untuk menjaga anak dalam memperhatikan Covid 19.
“Sampai saat ini kita belum keluar dari Pandemi virus Corona, oleh sebab itu, kita harus jaga kesehatan supaya tidak sakit sehingga boleh mengikuti semua proses belajar mengajar hingga ujian di sekolah,”jelasnya.
Babinsa secara tegas, melarang siswa SMP hingga SMA mengikuti demo nasional 11 April 2022. Sekolah-sekolah diminta untuk mengetatkan absensi masing-masing siswanya.
“Tugas siswa untuk SMA/SMK termasuk SMP belajar. Jadi kita melarang keras untuk ikut demo atau terprovokasi oleh ajakan yang kurang baik,” tegas Wandi.
Sebelum menutup agenda Rapat Babinsa Sertu Wandi mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Polres Metro Bekasi, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan, Kepala sekolah SMK, dan juga pengurus Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) untuk menghimbau para siswa tidak mengikuti demo. Salah satu upayanya adalah dengan memperketat absensi siswa.
Jangan sampai nanti guru dan orang tua tidak tahu ke mana anaknya besok. Oleh karena itu, perlu komunikasi efektif antara orang tua dan guru,”tutupnya.
(KP.011)








