Humbahas, Sumut || Sangkakala 7
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, tidak hanya diisi dengan seremoni. Semangat kemerdekaan juga dibawa ke lapangan melalui pertandingan bola voli antar desa dan unit kerja mulai digelar, Senin (10/08/2026).
Namun, di balik riuh pertandingan dan sorak masyarakat, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk melihat sejauh mana semangat kebersamaan dan partisipasi aparatur maupun masyarakat benar-benar hadir dalam momentum kemerdekaan.
Camat Baktiraja, Sanggam Lumban Gaol, saat membuka pertandingan menyampaikan bahwa kegiatan olahraga tersebut melibatkan masyarakat dan sejumlah unit kerja.
Sebanyak 10 tim tercatat mendaftar, terdiri dari tiga tim unit kerja dan tujuh tim dari desa.
Pada hari pertama, dua pertandingan langsung dimainkan.
Pertandingan pembuka mempertemukan Tim Kantor Camat/Damkar Baktiraja dengan Gabungan Guru SD. Laga tersebut dimenangkan Tim Kantor Camat/Damkar.
Pertandingan berikutnya mempertemukan Tim UPT SMP/UPT Puskesmas melawan Tim Desa Simamora. Kali ini, Tim Desa Simamora keluar sebagai pemenang.
Yang menarik, pertandingan bukan sekadar persoalan siapa menang dan siapa kalah. Di tengah tuntutan pelayanan publik dan aktivitas pemerintahan yang sehari-hari berjalan, keterlibatan aparatur bersama masyarakat menjadi bagian yang tidak kalah penting untuk menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya agenda seremonial.
Camat Baktiraja menyebut pelaksanaan pertandingan berlangsung meriah dan mendapat antusias masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut mampu membuat semangat kemerdekaan semakin terasa di tengah masyarakat.
Sanggam juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan pertandingan sebagai momentum mempererat persaudaraan dan kebersamaan.
Sebab, semangat kemerdekaan pada akhirnya tidak cukup hanya dikibarkan melalui bendera. Ia juga perlu terlihat dalam kebersamaan, partisipasi, sportivitas dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Pertandingan bola voli di Baktiraja pun menjadi salah satu cara sederhana untuk menghidupkan kembali makna kemerdekaan: bukan hanya merayakan Indonesia yang merdeka, tetapi menunjukkan bahwa masyarakat dan pemerintah mampu berdiri bersama di lapangan yang sama.
Penulis : Charles Sihombing
Editor : Priyatna







