Adikarya Parlemen:
H. Irpan Haeroni. SM, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat.
Kabupaten Bekasi, Jabar || Sangkakala 7
Ketidakpastian ekonomi global masih berlangsung mencerminkan terbatasnya penciptaan lapangan kerja formal.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H. Irpan Haeroni. SM mengatakan, masalah ketenagakerjaan dapat timbul karena beberapa faktor seperti Pendidikan, Kesempatan kerja maupun Pertumbuhan Ekonomi yang relatif rendah. Berbagai lowongan kerja terus dibuka, namun pencari kerja lebih banyak dari kuota yang tersedia.
“Pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak dibarengi dengan peningkatan kesempatan kerja yang menjadi penyebab utama pengangguran dan menjadi masalah ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya di provinsi Jawa Barat,” kata Irpan pada Minggu 09/08/2026 di rumah kediamannya.
Pembangunan tidak hanya dihadapkan pada kurangnya tenaga terampil, tetapi juga banyak masalah lainnya.
Rendahnya tingkat pendidikan, tenaga kerja akan berdampak pada jumlah produksi yang dihasilkan sedikit sedangkan biaya produksi tinggi.
Dengan bekal keterampilan industri serta sertifikasi resmi yang mendukung, para calon tenaga kerja lebih siap untuk masuk ke dunia kerja, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Anggota Fraksi Gerindra Jabar lX Kabupaten Bekasi Irpan Haeroni menekankan, pentingnya peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal agar dapat bersaing, dilakukan melalui pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri, penguatan keahlian teknis (hard skills) maupun karakter (soft skills), serta sertifikasi resmi guna membuktikan kompetensi di pasar kerja yang semakin ketat.
Meskipun Pemerintah Daerah sering mengadakan pelatihan dan sosialisasi melalui Dinas Ketenagakerjaan, menurutnya, partisipasi masyarakat masih kurang optimal.
Ia berharap agar pemerintah dan perusahaan bidang industri di Kabupaten Bekasi dapat memperluas kesempatan kerja bagi tenaga lokal, tutup Irpan.
Penulis : R-001
Editor : Priyatna







