Dibalik Duka dan Air Mata Korban Gempa, Nilai-nilai Kearifan Lokal Bergotong Royong Masih Tumbuh Mengakar.

- Redaktur

Minggu, 10 April 2022 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEP. SELAYAR || Sangkakala7.tv –
Gotong royong memindahkan dan membangun rumah, merupakan satu dari sekian banyak deretan adat dan tradisi masa lampau yang pernah hidup dan tumbuh turun temurun di tengah-tengah lingkungan kehidupan masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Tradisi yang dulu merupakan ciri khas kebersamaan masyarakat Kota Bumi Tanadoang, terkhusus di daerah pedalaman terpencil daratan Pulau Selayar.

Namun sayang, karena seiring berjalannya waktu, gambaran solidaritas, kekompakan, dan kebersamaan tersebut, perlahan mulai tergerus oleh perputaran roda zaman.

Beruntung, karena nilai-nilai kearifan lokal itu, rupanya masih tumbuh mengakar dan bisa dijumpai di sejumlah titik-titik tertentu, di wilayah pedalaman terpencil kota yang dulu populer dengan sebutan penghasil jeruk manis itu.

Warisan budaya leluhur yang dulu menjadi lukisan harmonisasi, dan kentalnya nilai-nilai persaudaraan masyarakat Selayar, kini bisa dijumpai salah satunya, di daratan Desa Garaupa Raya, Kecamatan Pasilambena.

Nama ibukota desa yang lahir dan diilhami oleh pemekaran Desa Garaupa.

Salah satu dari enam desa pesisir Pulau Kalao Toa, yang dihuni dan didiami oleh kurang lebih dua ratus lima puluh orang kepala keluarga (KK).

Fakta dan realita ini, terungkap pasca terjadinya bencana gempa bumi berskala 7,5 SR yang pada hari, Selasa, 14 Desember 2021 silam, sempat menggetarkan sejumlah titik wilayah di Kabupaten Kepulauan Selayar, sampai daratan kota Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tak berselang lama, setelah bencana gempa, puluhan unit bangunan rumah yang rusak, dan bahkan sempat rata dengan tanah, berangsur-angsur mulai dibangun bersama oleh warga dengan melibatkan unsur pemerintah desa, perangkat kepala dusun, serta elemen relawan bencana.

Bekal solidaritas dan kekompakan, menjadi modal dasar bagi warga di empat wilayah desa, dan sembilan dusun, di daratan Pulau Kalao Toa, untuk menyongsong tahapan normalisasi kehidupan pasca getaran gempa.

Perlahan tapi pasti, warga berangsur-angsur mulai membenahi bangunan rumah, dan mendirikan hunian darurat (hundar) menyerupai bangunan pondok yang dibangun secara swadaya oleh warga, sebagai pengganti tenda pengungsian.

Warga bahkan turut mempelopori dan menjadi promotor penggerak terbangunnya tanggul-tanggul darurat di sepanjang pesisir pantai Desa Latokdok, dan Lembang Mate’ne yang dibuat hancur berkeping-keping oleh bencana gempa bumi.

Sebuah catatan, dan pemandangan langka, tapi nyata yang patut diapresiasi, dicontoh, dan ditauladani dalam rangka untuk menumbuhkan nilai-nilai kemandirian di lingkungan kehidupan masyarakat.

(W.085)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Humbahas Hadiri Pemugaran Tugu Raja Marbulang Simamora Debataraja
Sejarah Perjuangan Bangsa Diabadikan dalam Patung Surya Kencana Kota Bogor ‎
BUPATI HUMBAHAS TERIMA AUDIENSI PANITIA PEMUGARAN TUGU RAJA MARBULANG SIMAMORA DEBATARAJA
Festival Gondang Naposo 2025 Resmi Digelar di Desa Hutagaol Sihujur, Kecamatan Silaen
Pemerintah Kelurahan Telaga Asih bersama Masyarakat Lanjutkan Kegiatan K3
Aksara Batak Bukan Sekadar Tulisan, Tetapi Jati Diri dan Kebanggaan Masyarakat Batak
Aksara Batak Menyapa Dunia dari Kelas ke Destinasi Wisata
Pemkab Toba Dukung Pembentukan Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (FORKALA)
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 18:36 WIB

Bupati Humbahas Hadiri Pemugaran Tugu Raja Marbulang Simamora Debataraja

Minggu, 28 Desember 2025 - 13:34 WIB

Sejarah Perjuangan Bangsa Diabadikan dalam Patung Surya Kencana Kota Bogor ‎

Rabu, 24 Desember 2025 - 20:51 WIB

BUPATI HUMBAHAS TERIMA AUDIENSI PANITIA PEMUGARAN TUGU RAJA MARBULANG SIMAMORA DEBATARAJA

Minggu, 14 Desember 2025 - 18:04 WIB

Festival Gondang Naposo 2025 Resmi Digelar di Desa Hutagaol Sihujur, Kecamatan Silaen

Minggu, 30 November 2025 - 09:30 WIB

Pemerintah Kelurahan Telaga Asih bersama Masyarakat Lanjutkan Kegiatan K3

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Tinjau TPI Paluh Manan Sekaligus Serahkan Bantuan RTLH

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:58 WIB