JAKARTA || SANGKAKALA 7 –
Mimbar Agama Buddha :
Salam Romo Asun Gotama.
Wasekjend DPP WALUBI
Memilih hal yang *TERBAIK* adalah wajar dan manusiawi, namun ketika kita tidak mendapatkan *CANGKIR* yang *bagus* perasaan kita mulai *TERGANGGU*.
Kita secara *OTOMATIS* melihat cangkir yang *dipegang* orang lain dan *mulai* membandingkannya.
Pikiran kita *TERFOKUS* pada cangkir, padahal yang kita *NIKMATI* bukanlah cangkirnya melainkan *kopinya*.
Hidup kita seperti *KOPI*, sedangkan *cangkirnya* adalah pekerjaan, jabatan dan materi yang kita *MILIKI*.
Jangan pernah membiarkan *CANGKIR* mempengaruhi *KOPI* yang kita *nikmati*.
*CANGKIR* bukanlah yang *UTAMA*, kualitas *KOPI* itulah yang *TERPENTING*.
Jangan *BERPIKIR* bahwa *materi* yang melimpah *karier* yang bagus, dan *pekerjaan* maupun *usaha* yang mapan merupakan *JAMINAN* kebahagiaan
*itu konsep yang keliru*.
*KUALITAS* hidup ditentukan oleh apa yang ada di dalam, bukan apa yang *KELIHATAN* dari *LUAR*
Apa gunanya kita *MEMILIKI* segalanya, namun kita tidak *merasakan* damai, sukacita dan *kebahagiaan* di dalam kehidupan kita?
Kunci menikmati *KOPI* bukanlah seberapa *BAGUS* cangkirnya
t et a p i seberapa *bagus kualitas* kopinya
Sadarilah jika kehidupan kita itu jauh lebih *PENTING* dibanding *harta duniawi* kita.
Hal itu akan sangat menyedihkan
sama seperti kita *menikmati* kopi *basi* yang disajikan di sebuah *cangkir kristal* yang mewah dan mahal
Cangkir bagaikan *ALAT* untuk *memegang* dan mengisi *kehidupan*.
Jenis *cangkir* yang kita *miliki* tidak mendefinisikan atau juga mengganti *kualitas* kehidupan yang kita hidupi.
Semoga Semua Makhluk Berbahagia.
(R-001)








