KAB.BEKASI | Sangkakala TV –
Sebanyak 471 unit kendaraan Roda empat diputar balik Tim Gabungan yang terdiri atas unsur Polri, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan setempat.
Seluruh kendaraan yang mengarah masuk gerbang pintu tol grand wisata, diputar balik karena melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
“Setelah dilakukan pemeriksaan pada pos penyekatan, mereka melakukan pelanggaran terhadap PPKM Darurat, di Gerbang tol bundaran Grand wisata, Desa Lambang sari, Kecamatan Tambun Selatan, kabupaten Bekasi, ” kata Pelda Marthadinata Minggu (11/7/2021).
Pelda Marthadinata menjelaskan 18 Personil Gabungan siap melaksanakan PPKM Darurat termasuk BKO Armed 7/Gs, kegiatan bertujuan penyekatan kegiatan aktivitas masyarakat di wilayah Desa Lambang sari, Tambun selatan, “Kata Marthadinata.
Pelda Marthadinata Dalam penerapan ppkm darurat menghimbau bagi pengguna jalan untuk tidak keluar rumah, guna memutus mata rantai covid-19, “jelasnya.
Dengan di bantu personil Armed 7/Gs, Pelda Marthadinata sebagai Babinsa Mangunjaya Koramil 01 Tambun menuturkan ; bahwa apabila pengguna jalan tidak bisa menunjukkan surat exencial yang sudah ditentukan, maka pengguna jalan akan diputar balikkan, tegasnya Babinsa Koramil 01 Tambun.
Mobilitas penduduk ini berpotensi untuk memperluas penyebaran Covid-19, oleh karena itu perlu dilakukan pengendalian dan pembatasan, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 09, Tahun 2021, sudah diatur tentang Work From Home (WFH) dan juga ketentuan Work From Office (WFO) baik bagi sektor esensial, sektor esensial pemerintahan dan kritikal, terangnya
“Namun demikian pelaksanaan di lapangan belum sesuai dengan ketentuan yang ada di dalam SE Gubernur itu, maupun yang ada di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri, jelasnya.
Kebijakan tersebut didasari atas perkembangan kasus Covid-19 masih menunjukkan eskalasi peningkatan bahkan di luar Jawa-Bali.
Oleh karenanya, PPKM Darurat luar Jawa-Bali ini diharapkan menjadi cara pemerintah untuk mengambil langkah antisipatif agar jangan sampai terjadi kondisi yang semakin tidak kondusif “Harapan Marthadinata.
(Wiro)










