Donggala, Sulteng || Sangkakala7.tv
Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura didampingi TP PKK Dr.Hj. Verra Rompas Mastura, S.Sos, M.Si, Kepala Bappeda Sulteng Dr. Ir, Cristina Shandra Tobondo, MT, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng Yudiawati Vidiana Windarrusliana, S.K.M .M.Kes Kepala BKKBN Sulteng Tenny Calvenny Soriton, Kepala PP- KB Donggala Drs. H.La Samudia Dalili, M.S.i, Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Dr. Ir.Hi. Akris Pattah Yunus, MM, Plt. Bupati Donggala Moh. Yasin,S.Sos M.A.P, Dan Seluruh,Kadis, Sekdis, Wakil Ketua 2 DPRD Donggala, Moh.Azis, SH, Para Kepala Sekolah, dan Guru, Siswa Siswi SMAN.Banawa, Siswa Siswi SMK Negeri 1 Banawa,, Para Camat, Para Kades se- Kabupaten Donggala, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda,
secara resmi Mendeklarasikan Cegah Pernikahan Anak dan Pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas Menuju Kabupaten Donggala Yang Sehat, Maju dan Sejahtera, bertempat di halaman Kantor Bupati Donggala Senin 13 November 2023 Pukul 08.00 Wita.
Turut Hadir Pj.Bupati Donggala Moh. Yasin, S.Sos. M.A.P, Unsur Forkopimda, Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, serta Para Kepala OPD Provinsi dan Kabupaten Donggala.
Dalam Kesempatan itu Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Donggala.
Bersama seluruh Stakeholder terkait yang telah menggagas Pelaksanaan Kegiatan ini, sebagai Komitmen dalam rangka Pencegahan terhadap Stunting, serta upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Sulawesi Tengah.
Sumber Daya Manusia (SDM) yang Unggul dan Berkualitas menjadi modal penting menuju kondisi puncak bonus Demografi di Tahun 2030. Namun demikian, Penyiapan SDM Unggul masih menghadapi tantangan yang sangat berat diantaranyan, adalah Stunting dan Pernikahan Anak.
Kedua tantangan ini perlu kita cermati secara bersama-sama Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2022, Angka Prevalensi Stunting di Sulawesi Tengah mencapai 28,2 % angka ini menurun 1,5 % dari Tahun sebelumnya.
Namun, Capaian tersebut masih diatas rata rata Nasional sebesar 21.6 %.
Berdasarkan Data Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, sampai dengan bulan Agustus 2023 terdapat 40 % anak perempuan dibawah usia 405.
Anak perempuan dibawah 19 Tahun yang memperoleh Dispensasi dimana 43 Kasus diantaranya berada di Kabupaten Donggala.

Pernikahan Anak adalah hulu dari Stunting.
Masalah pernikahan anak bukanlah masalah pada satu tahap kehidupan saja, tapi dapat berlanjutnya.
Kita perlu bersinergi, baik Pemerintah Pusat, Daerah, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Dunia Usaha , Media Massa, dan lapisan Masyarakat lainnya.
Melalui regulasi yang dapat diimplementasikan dengan baik.
Intruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022, tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) diterbitkan sebagai upaya peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan memberdayakan serta memperkuat istitusi keluarga melalui Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga berkwalitas disetiap Desa atau Kelurahan.
Gubernur berharap Pencanangan Kampung KB di Kabupaten Donggala dapat membantu memberikan berbagai intervensi kepada keluarga seperti intervensi untuk kesehatan khususnya Stunting dan intervensi untuk pendidikan anak-anak, sehingga dapat berdampak peningkatan perekonomian keluarga.
Salah satu syarat kunci untuk dapat mengikuti penilaian KKS adalah capaian ODF/ Stop buang air besar sembarangan di atas 80 persen, dan odf Kabupaten Donggala saat ini baru mencapai 38 persen.
Hal ini tentunya harus menjadi perhatian serius, mengingat salah satu penyebab tingginya prevalensi Stunting adalah kondisi sanitasi yang buruk .

Perjuangan mencegah dan menurunkan Stunting tidaklah sulit selama koordinasi, Komunikasi dan kerja sama dari semua pihak terjalin dengan baik, Jadikan tantangan tersebut sebagai semangat dan dorongan kita semua dalam menjalankan komitmen bersama mewujudkan generasi unggul Sulawesi Tengah pada umumnya dan Kabupaten Donggala Khususnya, ujar Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura. (Bung Cudy).
Hal senada dikatakan Kepala Bappeda Sulteng Dr.Ir.Cristiana Shandra Tobondo,MT mengatakan, dalam upaya percepatan penurunan Stunting sangat berurusan Komitmen dari pada Kabupaten/Kota terkait Penyelenggaraan Kabupaten/Kota sehat.
Dimana salah satu Faktor penting ialah Pemerintah Kabupaten harus mampu Mencapai Open Defecation Free (ODF), Kondisi Ketika setiap individu dalam masyarakat .
Tidak buang air besar sembarangan belum mencapai angka yang ditentukan.
Untuk Kabupaten Donggala sendiri baru 38 % jauh dari target 80%.
Selain itu juga yang saling berkaitan Program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).
Kampung Keluarga Berkualitas merupakan salah satu inovasi Strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan prioritas Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana di lapangan.
Pada Kampung Keluarga Berkualitas terdapat Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku) dan Dapur Sehat Atasi Stunting ( Dashat ) yang merupakan Komponen yang melekat dalam keberadaan Kampung KB.
Hal yang lain juga yaitu bagaimana kabupaten dapat menuju Kabupaten layak anak, Diperlukan Komitmen dengan Mendeklarasikan Kla.
Deklarasi Kla merupakan Perwujudtan Komitmen Daerah dalam mengawali Penyelenggaraan Kla. Komitmen tersebut dorongan bagi Pemerintah Daerah, Masyarakat, Media Massa dan dunia Usaha sesuai dengan Amanat Konvensi Hak Anak (Kha) serta mendukung terwujudnya dunia yang layak ini adalah untuk mengempanyekan dan menghasilkan kesepakatan terkait pelaksanaan ” Gerakan Cegah Pernikahan Anak, ” ucap Kepala Bappeda Sulteng Dr. Ir. Cristina Shandra Tobondo, MT.
Hal yang sama Pj. Bupati Donggala Moh. Yasin, S.Sos. M.A.P. menuturkan, Kami mengucapkan selamat datang Pak Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura dan rombongan ke Donggala apa beliau waktu kecil sekolah SMPN 1 Banawa jadi beliau juga sama dengan Pulang Kampung halaman terang Moh. Yasin.

Kami sebagai Pemerintah Kabupaten Donggala mengucapkan terimakasih, Pertama telah melaksanakan agenda ini, di Kabupaten Donggala.
Kami sangat bersyukur dengan agenda ini bahwa kegitan kegitan yang berkaitan dengan Stunting Pernikahan Dini dan berkaitan dengan hal hal lain termasuk Narkoba juga menjadi bagian terpenting. kata Pj. Bupati Donggala Moh. Yasin, S, Sos. M.A.P.
Kemudian kedua, terimakasih atas dukungan dan bantuan bantuan Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Bapak Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura.
Sebelumnya di pentas seni dan drama yang berhubungan dengan Pernikahan Anak Usia Dini, dan Tarian Tradisional Donggala yang di bawakan oleh SMAN 1 Banawa, dan di rangkaikan dengan pemberian Bantuan oleh Bapak Pj Gubernur Sulteng H.Rusdy Mastura serta Poto Bersama Gubernur.
Setelah itu Tanda Tangan kesepahaman bersama dan di lanjutakan dengan acara tanya jawab bersama Panitia Penyelenggara dan antara Siswa Siswi SMA N 1 Banawa dan SMK 1 Banawa serta disiapkan hadiah dari Panitia.
(Fitri)








