Pupuk Subsidi Berkurang, Petani Diminta Beralih Ke Pupuk Organik

- Redaktur

Rabu, 27 Maret 2024 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapanuli Utara || Sangkakala7.tv
Aliansi Pemerhati Pertanian Tapanuli Utara Sahala Arfan Saragi menghimbau agar para petani yang dinaunginya mulai beralih ke pupuk organik, mengingat tahun ini jenis pupuk subsidi berkurang.

Menurut Arfan, jika pada tahun sebelumnya ada 5 jenis pupuk disubsidi oleh pusat untuk padi dan palawija, di tahun 2024 ini berkurang tersisa dua jenis pupuk yang disubsidi yakni urea dan NPK.

“Lebih baik memang petani harus sudah mulai beralih ke pupuk organik, selain karena minimnya kuota pupuk subsidi, pupuk organik juga lebih bagus untuk lahan pertanian, tanah bisa lebih subur jika menggunakan pupuk ini,” jelasnya, Rabu (27/3/2024).

Khusus tahun 2024 ini alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Tapanuli Utara belum dialokasikan untuk seluruh kecamatan, jumlah totalnya pupuk urea dan pupuk jenis NPK 2 belum diketahui.

Saat ini kuota pupuk kimia subsidi dipastikan tidak akan mencukupi kebutuhan para petani di Kabupaten Tapanuli Utara sehingga diharapkan untuk menggunakan pupuk organik.

“Kami harap dalam rangka meningkatkan produksi dan provitas hasil pertanian kita, para petani jangan tergantung pada pupuk kimia subsidi, kita edukasi petani kita untuk menggunakan pupuk organik,” ujarnya.

Ditempat terpisah media ini saat menghubungi hubungi salah satu Pengurus Gapoktan Siborongboronh lewat telepon genggamnya, untuk mengedukasi petani agar beralih ke pupuk organik, Ketua Gapoktan Desa Siborongborong II Jujur Mantab Lumbantoruan memohonkan agar Pemerintah menyediakan dana untuk pembelian pupuk organik pabrikan untuk disalurkan ke petani padi saat ini, sehingga petani secara swadaya mampu memenuhi kebutuhan pupuknya sendiri, ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara Ir.SEY Pasaribu terkait pupuk bersubsidi menjelasjan saat dihubungi lewat Whast App nya barubaru ini mengatakan, penurunan produksi padi juga disebabkan berkurangnya alokasi pupuk subsidi yang mencapai 50% menjadi 4,7 juta ton pada tahun ini, sehingga 30 juta petani tidak bisa mengakses pupuk bersubsidi, namun saat ini lagi diperjuangkan Mentan, mengenai langkah-langkah pemerintah Tapanuli Utara tersedot anggaran untuk penyelenggaraan Pemilu, Pilkada, dan P3K tahun 2023, tuturnya.

(Tohap Simaremare)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Humbahas Tinjau Peternakan Ayam Petelur di Lintongnihuta
MASPEKAL Humbahas Sampaikan Surat ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual RI
Presiden Resmikan Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih, Deli Serdang Siapkan 394 Koperasi
Peresmian Warisan Kopi di Bojong Koneng, Langkah Nyata Dorong Investasi Ramah Lingkungan di Kabupaten Bogor
Panitia HUT ke-14 MASPEKAL Tahun 2026 Resmi Terbentuk
Harga “Minyak Kita” Tembus Rp 22.000 per Kg di Pasar, Jauh di Atas HET
Harga Buah Segar di Kabupaten Bogor Naik Hingga 70 Persen, Pedagang Keluhkan Kenaikan Biaya Plastik
Pasar Petani Garuda Beroperasi, Pemkab Bogor Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:27 WIB

Bupati Humbahas Tinjau Peternakan Ayam Petelur di Lintongnihuta

Senin, 18 Mei 2026 - 18:14 WIB

MASPEKAL Humbahas Sampaikan Surat ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual RI

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:37 WIB

Presiden Resmikan Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih, Deli Serdang Siapkan 394 Koperasi

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:27 WIB

Peresmian Warisan Kopi di Bojong Koneng, Langkah Nyata Dorong Investasi Ramah Lingkungan di Kabupaten Bogor

Selasa, 28 April 2026 - 18:23 WIB

Panitia HUT ke-14 MASPEKAL Tahun 2026 Resmi Terbentuk

Berita Terbaru