Ket foto : Salah satu tracking hutan mangrove Pandan yang sangat unik untuk ditelusuri. (Sangkakala7.tv/Corporate Communications PTAR)
Tapteng, Sumut || Sangkakala7.tv
PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, kembali menanam 60 ribu bibit mangrove serta menabur 50 ribu kerang dan kepiting di sepanjang pesisir Desa Sitiotio Hilir dan Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (3/6/2024).
Penanaman mangrove yang dilakukan di area seluas 19 hektare ini, menambah panjang tracking mangrove pesisir Kota Pandan. Sebelumnya, pada tahun 2023, PT Agincourt Resources telah menanam 30 ribu bibit mangrove serta menyebar 25 ribu bibit kerang dan kepiting di Desa Aek Garut dan Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan, yang juga masuk dalam kawasan konservasi hutan mangrove PTAR.
Manager Public Relations PTAR, Reni Radhan mengatakan, kawasan konservasi hutan mangrove Pandan menyimpan potensi besar untuk dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, selain fungsinya juga sebagai penyimpan stok karbon. Jika dikelola dengan baik, akan melahirkan sebuah objek wisata unik, yang menggabungkan wisata rekreasi dan edukasi.
“Letak yang strategi dan masih berada disekitar kota, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung,” kata Reni, disela-sela aksi tanam mangrove bertajuk ‘Dari Hati Untuk Bumi’ tersebut.
Menurut Reni, ekowisata mangrove memiliki kelebihan pada view kelestarian hutannya. Pengunjung akan disuguhkan suasana tenang dan sejuk. Menikmati keindahan alam yang ekslusif. Menelusuri tracking mangrove dengan menaiki perahu ataupun kapal motor, akan memberikan sensasi unik bagi pengunjung. Aspek ini menjadi salah satu alasan PTAR untuk menjadikan kawasan konservasi hutan mangrove Pandan menjadi ekowisata mangrove.
“Hari ini kita kembali menanam 60 ribu bibit mangrove. Artinya track hutan mangrove akan bertambah panjang, yang akan memberikan kepuasan bagi pengunjung saat menelusurinya,” imbuh Reni.
Masih kata Reni, ekowisata mangrove di berbagai daerah di Indonesia telah menjadi tujuan utama untuk dikunjungi. Potensi hutan mangrove Pandan harus benar-benar dioptimalkan menjadi destinasi ekowisata, dengan tetap menjaga keasrian hutan serta organisme yang berada pada kawasan hutan. Ia meyakini, jika dikelola dengan baik, hutan mangrove Pandan akan menjadi destinasi ekowisata favorit.
“Dilihat dari aspek keindahan alam dan keterlindungan kawasan, keanekaragaman biota, serta keunikan sumber daya, hutan mangrove Pandan sangat potensial untuk dikembangkan. Tinggal bagaimana nanti pengelolaannya, termasuk penyediaan fasilitas penunjang kenyamanan bagi pengunjung,” pungkas Reni.
Jurnalis : Dzulfadli Tambunan
Redaktur : Priyatna










