DONGGALA | Sangkakala TV –
Antusias bisnis sarang walet di Desa Parisan Agung sangat tinggi, bisnis tersebut membutuhkan modal cukup tinggi dan hasilnya sangat menggiurkan dan fantastik.
Harga penjualan liur walet sekitar
Rp 9 juta hingga Rp 12 juta per kilogramnya.
Hal inilah membuat masyarakat yang memiliki modal besar berlomba-lomba berkeinginan membangun gedung untuk tempat sarang walet, tutur PJ.Kades Parisan Agung Nuryadi. S. PD.
Kades menambahkan, Penghasilan masyarakat Desa Parisan Agung yang berkembang adalah perkebunan kelapa, coklat, dan cengkeh.
Penghasilan masyarakat desa ini sudah di berlakukan pengenaan Pajak Penghasilan (PPH) khususnnya sarang burung walet, ucap Nuryadin.
Sejak paska banjir dan Covid 19, kegiatan terputus sehingga pelaksanaan kegiatan pembangunan terkendala. Kemudian tahun 2021 masih sebatas dana, 8 persen untuk penanganan Covid-19 Corona.
Anggaran ADD sebesar Rp 400 jutaan, Dana Desa Rp 800 jutaan, jika di akumulasikan sebesar 1, 2 M untuk Desa Parisan Agung.

Selain itu juga bantuan BLT tahap pertama sudah tersalurkan dengan jumlah penerima 36 jiwa sekisar Rp 600 ribu rupiah/orang, di tahap kedua hingga sekarang jumlah penerima tetap mendapat Rp 300 ribu rupiah/orang.
Kerjasama Pemerintah Desa bersama BPD sangat baik dan selalu terbuka. Kegiatan juga terlaksana seperti : makanan tambahan ( stanting), instensif untuk guru paud sudah terlialisasi, terang Nuryadin, SPd.
Beliau juga mengatakan, di desa Parisan Agung tertap terjaga protokol kesehatan dan tak henti henti nya menghimbau masyarakat, baik lewat sosialisasi maupun di masjid-masjid, di pesta pesta dan sebagai nya untuk tetap memakai masker, mencuci tangan pakai air mengalir dan jaga jarak, tegas Nuryadin.
Kami juga berharap semoga Covid-19, cepat berlalu dan ekonomi tetap berjalan dengan sempurna, harap PJ.kades Parisan Agung. (Hard).








