Foto : Bersih-bersih pantai menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025, Rabu (4/6/2025). (Sangkakala 7/Dinas Kominfo Tapteng)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) gelar aksi bersih-bersih pantai, Rabu (4/6/2025).
Sebelum kegiatan bersih-bersih pantai, terlebih dahulu dilaksanakan apel bersama di alun-alun Kota Pandan,
Sebagaimana tema peringatan “Ending plastik pollution”, Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu mengatakan, polusi plastik telah menjadi ancaman serius bagi bumi dan kehidupan.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Masinton mengimbau untuk merefleksikan kembali hubungan dengan alam serta langkah-langkah untuk menjaga kelestarian alam.
“Tema peringatan adalah sebuah seruan global untuk menghentikan polusi plastik yang telah menjadi ancaman serius bagi bumi dan kehidupan,” kata Masinton, yang dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Zulkifli Simatupang.
Lebih lanjut dikatakan, dari hasil riset dan survei United Nations Environment Programme (UNEP), di beberapa lokasi samudra dan laut, terdapat beberapa dampak buruk yang timbul oleh keberadaan sampah plastik.
Sampah plastik mengancam kesehatan dan nyawa manusia, merusak ekosistem laut dan pantai, terutama merusak biota laut seperti, terumbu karang, ikan penyu, kura-kura, dan burung laut.
Bahkan berpotensi membahayakan pelayaran, merusak estetika laut dan pantai, serta berdampak penurunan desain kawasan destinasi wisata pantai dan laut.
“Oleh karena itu, mari jadikan momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini sebagai titik balik untuk aksi nyata. Kita mulai dari mengurangi pemakaian kantong plastik,” ucapnya.
“Memilah sampah hingga mendukung produk daur ulang akan memberi dampak besar bagi generasi mendatang. Marilah kita wariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang,” sambung Masinton.
Kegiatan bersih-bersih pantai turut diikuti, mewakili Dansatradar 234 Sibolga, mewakili Danlanal Sibolga, Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah XI-Pandan, Yayasan Ekosistem Lestari, Kelompok Fransiskus Green Action Pandan, serta para pelajar.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna








