Foto : Kunjungan Kepala BPS Tapteng dan jajaran, di rumah dinas Bupati, di Pandan, Kamis (25/9/2025). (Sangkakala 7/ist)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, menyambut kunjungan silaturahmi Kepala BPS Kabupaten Tapanuli Tengah, Akhirul Miswar ME Nasution dan jajaran, di rumah dinas Bupati, di Pandan, Kamis (25/9/2025).
Pertemuan bertujuan untuk melaksanakan koordinasi dan sinergitas dalam menjalankan program kerja, khususnya terkait data statistik.
Dalam sambutannya, Masinton Pasaribu mengajak BPS Tapteng untuk berkoordinasi dalam menjalankan program kerja, sehingga data yang disajikan berkualitas.
Menurutnya, data BPS menjadi tolak ukur karena menyediakan indikator strategis seperti kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi yang digunakan pemerintah, lembaga, dan masyarakat sebagai dasar penetapan kebijakan, pengukuran kinerja, dan penelitian.
Sehubungan dengan penyuplai kemiskinan di Sumatera Utara datang dari kawasan Pantai Barat, Bupati Tapteng mengajak BPS untuk menyuarakan orientasi pembangunan jangan hanya bertumpu di kawasan Pantai Timur, namun secara proporsional melaksanakan percepatan pembangunan di kawasan Pantai Barat.
Terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi yang akan dilaksanakan oleh BPS tahun 2026, bupati meminta agar Petugas Mitra Kerja Lapangan dapat diberdayakan untuk dijadikan sebagai penginput data dan informasi kedepannya di desa-desa.
“Kalau kita bisa berkolaborasi, ini akan membantu program kerja masing-masing,” sebutnya.
Bupati mengharapkan desa-desa di Kabupaten Tapanuli Tengah dapat berbasis data statistik yang berkualitas, dan menyampaikannya secara transparan dan akurat.
Sebelumnya, Kepala BPS Tapteng, Akhirul Miswar ME Nasution menyampaikan, bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Tapteng, pihaknya mengembangkan aplikasi Satu Data Indonesia (SDI), dan akan melaksanakan pertemuan Forum Satu Data.
Baca juga : Ribuan Massa Buruh Geruduk Pemkab Bekasi Perjuangkan Hak Kerja dan Hidup Layak
Kepala BPS juga menyampaikan tentang pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026, serta menyampaikan kondisi makro ekonomi Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2025.
Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, angka kemiskinan Kabupaten Tapanuli Tengah sebesar 11,03 persen. Angka ini turun 0,77 Persen jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2024 yang berada pada posisi 11,80 persen.
Untuk pendapatan per kapita naik menjadi Rp546.223 per bulan, dari angka Rp527.227 per kapita per bulan pada tahun 2024.
Pertumbuhan ekonomi Tri Wulan II secara year on year (y-o-y), tumbuh sebesar 4,79 persen pada tahun 2025, dari sebelumnya 3,78 pada tahun 2024 dalam triwulan yang sama. Sektor utama yang memberikan kontribusi adalah pertanian, perkebunan, dan perikanan.
“Kami juga menyampaikan bahwa tahun depan BPS akan melakukan Sensus Ekonomi 2026. Kami mengharapkan dukungan Pemkab Tapteng untuk mensukseskan program ini,” ucapnya.
Selain itu, sambung Akhirul, BPS juga menyampaikan bahwa pada bulan Oktober 2025, akan dilaksanakan Rekonsiliasi Regional (Konreg) PDRB se-Sumatera.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna








