Mangku Nyoman Urip, Hari Suci Saraswati Mengandung Makna Turunnya Ilmu Pengetahuan.

- Redaktur

Senin, 30 Agustus 2021 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB.BEKASI | Sangkakala TV –
Hari Suci Saraswati merupakan Salah satu hari suci keagamaan Hindu yang diperingati setiap 210 Hari sekali tepatnya setiap hari Sabtu Umanis Wuku Watugunung. Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai hari untuk memuliakan ilmu pengetahuan.

Menurut Mangku Nyoman Urip Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi, saat di jumpai di kediaman nya, menjelaskan Hari Raya Saraswati dalam ajaran Hindu mengandung makna, turunnya ilmu pengetahuan sekaligus sebagai penghormatan terhadap Dewi Pengetahuan yaitu Dewi Saraswati, “tutur Nyoman Urip pada hari Senin 30/08/2021.

pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung yang jatuh pada bulan Agustus 2021 bahwa Hari Saraswati menjadi hari penting bagi Umat Hindu khususnya bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, Kata Nyoman Urip.

Kata ucapan “Rahajeng Rahina Saraswati, sementara “Kata Rahajeng Rahina Saraswati adalah susunan kata penting bagi Umat Hindu, karena kata-kata tersebut mengandung rasa syukur atas turunnya ilmu pengetahuan.

Saraswati dalam etimologi Hindu memiliki dua suka kata suci yakni SARAS dan WATI.

SARAS berarti ucapan, perkataan, atau sesuatu yang mengalir, sedangkan WATI berarti seseorang yang mempunyai. Bila keduanya digabungkan saraswati bermakna seseorang atau pribadi yang berilmu pengetahuan.

Mangku Nyoman Urip berharap dengan di bukanya Sekolah Tatap muka Mereka sudah rindu ingin belajar kembali di sekolah untuk menuntut ilmu.

Manifestasi Dewi Saraswati yaitu ;

Dewi Saraswati sendiri adalah gambaran sebagai sosok wanita cantik. Dia termasuk salah satu dari tiga dewi utama dalam agama Hindu, dua yang lainnya adalah Dewi Sri (Laksmi) dan Dewi Uma (Durga). Saraswati merupakan sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta. Saraswati dikenal juga sebagai Dewi Sungai di samping Dewi Gangga, Yamina, dan Susoma. Dia adalah dewi yang menguasai ilmu pengetahuan dan seni. Para penganut ajaran Wedanta meyakini, dengan menguasai ilmu pengetahuan dan seni, manusia bisa memperoleh jalan untuk moksa, pembebasan dari kelahiran kembali, tuturnya.
(Wiro)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tebar Kebaikan, PLTU Serahkan Hewan Kurban
Pengurus BKS Pemuda/i GKPI Wil.VII Humbahas, Samosir, Toba dan Taput Periode 2025-2030
Pemkab Humbang Hasundutan Hadiri Festival Paduan Suara Antar Gereja se-Kecamatan Lintongnihuta dan Paranginan
Bupati Humbahas Hadiri Pelantikan Pengurus WKRI Cabang Humbang Hasundutan Masa Bakti 2026-2029
Jumat Berkah, TNI-Polri dan Satpol PP Tebar Kepedulian untuk Warga
Warga Kecewa Kondisi Baru Masjid Nurul Wathon Pakansari, Fasilitas Dinilai Banyak Rusak
Wakil Bupati Tapteng Berangkatkan Calon Jemaah Haji Kloter 14 Embarkasi Medan
55 Jamaah Calon Haji Asal Tapteng Diberangkatkan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:57 WIB

Tebar Kebaikan, PLTU Serahkan Hewan Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:23 WIB

Pengurus BKS Pemuda/i GKPI Wil.VII Humbahas, Samosir, Toba dan Taput Periode 2025-2030

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Humbang Hasundutan Hadiri Festival Paduan Suara Antar Gereja se-Kecamatan Lintongnihuta dan Paranginan

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:22 WIB

Bupati Humbahas Hadiri Pelantikan Pengurus WKRI Cabang Humbang Hasundutan Masa Bakti 2026-2029

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:58 WIB

Jumat Berkah, TNI-Polri dan Satpol PP Tebar Kepedulian untuk Warga

Berita Terbaru

Pemerintahan

BUPATI HUMBAHAS TERIMA AUDIENSI UPT SAMSAT DOLOKSANGGUL

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:59 WIB

Pemerintahan

Bupati Tapteng Terima penghargaan dari Kementerian Hukum

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:47 WIB