KEKAYAAN SEJATI

- Redaktur

Selasa, 31 Agustus 2021 - 05:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Sangkakala TV –
Pernahkah kita melihat bayi yang baru lahir ?
Bagaimanakah bayi tersebut ?
Tentunya semua bayi tidak membawa apa-apa saat kelahiran mereka.

Walaupun mereka tidak membawa kekayaan duniawi pada saat kelahiran mereka, sesungguhnya mereka membawa kekayaan sejati yang kelak akan mengikuti mereka.

Apakah kekayaan sejati yang dimaksud ?
Wujud kekayaan sejati itu adalah fisik yang sehat dan lengkap, wajah yang cantik/rupawan, suara yang merdu, terlahir di keluarga yang berkecukupan dan berbahagia, dan sebagainya.

Kekayaan sejati ini sangat bervariasi, tergantung pada buah karma si bayi yang bersangkutan.
Kekayaan sejati ini akan terus mengikuti si bayi hingga ia dewasa, meninggal dan terlahir kembali.

Oleh karena itu orang yang mempunyai kekayaan sejati ini akan berbahagia, karena kekayaan sejati tidak dapat hilang dicuri dan tidak dapat ditinggalkan sekalipun orang tersebut telah meninggal.

Seperti yang telah dikemukakan diatas, kekayaan sejati ini tidak datang begitu saja.

Kekayaan sejati muncul karena ada sebabnya, yaitu perbuatan baik yang dilakukan terus-menerus baik di masa lalu dan di masa sekarang.

Ada sepuluh jasa perbuatan baik yang dapat dilakukan untuk memperoleh kekayaan sejati bagi si pelaku, baik pada kehidupan ini maupun kehidupan yang akan datang.

Sepuluh jasa perbuatan baik itu adalah :

1. Berdana yaitu : memberikan materi (tidak selalu berupa uang, bisa juga makanan atau barang lainnya) dengan rela untuk kebahagiaan makhluk lain.

2. Menjaga sila (moralitas), yaitu :
• menghindari membunuh makhluk hidup
• menghindari mengambil barang yang tidak diberikan
• menghindari berbuat asusila
• menghindari berkata yang tidak benar / tidak patut
• menghindari mengonsumsi minuman / makanan yang dapat melemahkan kewaspadaan.

3. Pengembangan batin, yaitu bermeditasi.
Meditasi adalah cara untuk melatih kesadaran.
Ketika seseorang selalu sadar, maka ia akan selalu waspada mengamati batinnya.

Batin yang terlatih untuk sadar akan membuat seseorang semakin jarang melakukan kesalahan.

4. Menghargai dan menghormati makhluk lain, terutama kepada makhluk yang banyak berjasa kepada kita, seperti orangtua dan guru.

5. Melayani dan menolong makhluk lain.

6. Melimpahkan jasa perbuatan baik kepada leluhur/makhluk lain.

7. Turut bersimpati / berbahagia atas perbuatan baik makhluk lain.

8. Belajar Dhamma dari berbagai sumber, misalnya berdiskusi Dhamma, membaca buku Dhamma, mendengar kaset / CD pembabaran Dhamma.

Manfaat belajar Dhamma :
• Ia akan mengetahui hal-hal yang belum pernah ia ketahui sebelumnya.
• Hal-hal yang telah ia ketahui sebelumnya tetapi belum jelas, akan menjadi bertambah jelas.
• Menghilangkan keragu-raguan terhadap Dhamma.
• Dapat memberikan pengertian yang benar.
Pikiran akan menjadi tenang dan bahagia.

9. Mengajarkan Dhamma.
Setelah seseorang mempelajari Dhamma, baik secara teori maupun praktek, maka ia dapat melakukan kebajikan lain dengan cara mengajarkan Dhamma kepada makhluk lain demi kebahagiaan mereka.

10. Meluruskan pandangan keliru.

(Redaksi)

Sumber ; ASUN GOUTAMA
FORTIBER :
SALAM ROMO ASUN GOTAMA, S.Dt.B.
WASEKJEND DPP WALUBI

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perayaan Paskah Oikumene Tapteng, Bupati: Kita Harus Bangkit dan Menjadi Pejuang Pemulihan
Meriah dan Penuh Hikmat, Pemkab Humbahas Rayakan Paskah 2026 Bersama Masyarakat
GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Resort Lintongnihuta Semarakkan Paskah II di Simpang Kawat
Ponpes Tahfizh Darut Taufik Ar-Rahman Gelar Halal Bihalal, Dihadiri Sejumlah Artis Tanah Air
PWI Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi serta Kenalkan Direksi Baru
Kapolsek Balaesang Iptu Ramto L : Warga Jawa Perantau dan Lokal Nikmati Rasa Syukur Lebaran Ketupat di Pantai Sibayu
Khutbah Jumat: Usai Ramadan, Umat Diingatkan Jangan Hanya Rajin Ibadah Saat Bulan Suci
Mimpi Warga Kabupaten Bogor Terwujud, Shalat Idul Fitri Digelar di Lapangan Tegar Beriman Pakansari
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:06 WIB

Perayaan Paskah Oikumene Tapteng, Bupati: Kita Harus Bangkit dan Menjadi Pejuang Pemulihan

Rabu, 15 April 2026 - 15:15 WIB

Meriah dan Penuh Hikmat, Pemkab Humbahas Rayakan Paskah 2026 Bersama Masyarakat

Senin, 6 April 2026 - 16:47 WIB

GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Resort Lintongnihuta Semarakkan Paskah II di Simpang Kawat

Minggu, 5 April 2026 - 09:07 WIB

Ponpes Tahfizh Darut Taufik Ar-Rahman Gelar Halal Bihalal, Dihadiri Sejumlah Artis Tanah Air

Jumat, 3 April 2026 - 08:59 WIB

PWI Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi serta Kenalkan Direksi Baru

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Bogor Hadiri Peringatan HUT Kopassus di Batalyon 13 Group 1

Sabtu, 25 Apr 2026 - 21:46 WIB

Pemerintahan

Plt. Bupati Bekasi Sidak Sektor Pendidikan di Muaragembong

Sabtu, 25 Apr 2026 - 18:53 WIB