Bogor, Jawa Barat || Sangkakala 7
Pemerintah Kota Bogor Dedie Abdu Rachim, M.A. menegaskan bahwa perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 harus dilaksanakan secara sederhana. Kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama yang didasari pertimbangan kemanusiaan, mengingat masih adanya sejumlah wilayah yang terdampak bencana dan membutuhkan perhatian serius. Kamis, 25/12/2025.
Dalam imbauannya, Pemkot Bogor secara tegas meminta masyarakat untuk tidak menggelar konvoi kendaraan, tidak berkumpul dalam jumlah besar, serta membatasi penyalaan kembang api semaksimal mungkin. Aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan dinilai tidak sejalan dengan semangat empati dan solidaritas sosial terhadap sesama.
Pemerintah menilai perayaan tahun baru yang berlebihan dapat mengikis nilai kemanusiaan, terutama ketika sebagian warga masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar seperti akses listrik dan air bersih akibat dampak bencana. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat menahan diri dan menunjukkan kepedulian sosial.
Pemkot Bogor mengajak seluruh warga menjadikan momentum pergantian tahun sebagai waktu untuk refleksi, doa, serta memperkuat rasa tanggung jawab bersama. Perayaan sederhana di lingkungan keluarga dinilai lebih bermakna dan sejalan dengan nilai kebersamaan serta kemanusiaan.
Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kota Bogor berharap tercipta suasana Tahun Baru 2026 yang aman, tertib, dan penuh empati, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








