BOGOR, JABAR || Sangkakala 7
Paguron Silat Kabupaten Bogor melaksanakan Konferensi Daerah Luar Biasa (Konferdalub) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bogor Tahun 2025. Kegiatan ini digelar sebagai amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi untuk memilih ketua baru masa bakti 2025–2030.
Konferdalub mengusung tema “Bersatu dalam karya nyata demi lestari Pencak Silat tradisi sebagai jati diri bangsa” dan berlangsung di Warung Soto Bu Haji, Ruko Jalan Tegar Beriman, kawasan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Sesuai ketentuan organisasi, Konferdalub merupakan forum tertinggi di tingkat daerah yang menjadi wadah musyawarah anggota, evaluasi perjalanan organisasi, sekaligus estafet kepemimpinan menuju periode berikutnya.
Ketua Panitia Konferdalub, Ugo Firman Hidayat, menjelaskan bahwa agenda utama kegiatan ini adalah pemilihan Ketua DPD PPSI Kabupaten Bogor yang baru. Dua kandidat yang telah ditetapkan sebelumnya yakni Dodi Mulya Wibawa, S.Kom. dan Drs. H. Ahmad Sofyan, MM.
“Dari paguron yang diundang dan telah diverifikasi, sebanyak 20 paguron silat anggota PPSI Kabupaten Bogor hadir dalam Konferdalub ini, baik dihadiri langsung oleh ketua paguron maupun melalui perwakilan,” ujar Ugo.
Konferdalub berlangsung sejak pagi hingga sore hari dan dilaksanakan secara demokratis melalui mekanisme pemungutan suara langsung. Berdasarkan hasil penghitungan suara, Dodi Mulya Wibawa, S.Kom. terpilih sebagai Ketua DPD PPSI Kabupaten Bogor masa bakti 2025–2030.
Dalam sambutannya usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Dodi menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada seluruh peserta Konferdalub.
“Saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai Ketua DPD PPSI Kabupaten Bogor. Terima kasih kepada panitia, para sesepuh paguron, dan seluruh peserta yang telah mengikuti Konferdalub ini secara demokratis. Ke depan, saya ingin PPSI Kabupaten Bogor memiliki ciri khas dan karakter yang kuat,” ujarnya.
Dodi juga menegaskan peran strategis pencak silat sebagai bagian dari ketahanan bangsa melalui jalur kebudayaan.
“Jika TNI adalah benteng negara, maka pencak silat adalah bagian dari ketahanan negara melalui budaya. Kita harus terus mempromosikan pencak silat ke dalam sektor pariwisata dan pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah untuk anak-anak. Mari kita lestarikan dan majukan pencak silat di Kabupaten Bogor,” tambahnya.
Usai ditetapkan sebagai ketua DPD PPSI Kabupaten Bogor yang baru, Dodi Mulya Wibawa langsung menetapkan tim formatur untuk menyusun struktur kepengurusan DPD PPSI Kabupaten Bogor periode 2025–2030.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








