Kota Bogor, Jabar|| Sangkakala 7
Sejumlah proyek apartemen di kawasan Kedung Halang, Kota Bogor, tampak terbengkalai dan nyaris tanpa aktivitas pembangunan. Ironisnya, proyek-proyek tersebut berdiri di lokasi strategis yang hanya berjarak hitungan menit dari pintu Tol BORR (Bogor Outer Ring Road) kawasan komersial, dan jalur utama kota. Jumat, 02/01/2025.
Bangunan beton yang berhenti di tengah jalan kini menjadi monumen kegagalan perencanaan properti, sekaligus menimbulkan tanda tanya besar: kemana arah pengawasan pemerintah dan komitmen pengembang?
Pengamat properti menilai mangkraknya apartemen di Kedung Halang bukan semata persoalan pasar, melainkan indikasi lemahnya manajemen developer. Banyak proyek diduga diluncurkan dengan modal minim namun promosi agresif, mengandalkan uang konsumen sebagai sumber utama pembangunan.
Ketika penjualan tidak sesuai target atau pembiayaan perbankan tersendat, konstruksi langsung berhenti. Konsumen pun terkatung-katung tanpa kejelasan.
Fakta bahwa proyek-proyek ini bisa berjalan lalu berhenti di tengah jalan memunculkan dugaan perizinan yang belum sepenuhnya matang. Publik mempertanyakan apakah izin, kajian lingkungan, serta kesesuaian tata ruang telah dikaji secara serius sebelum proyek dilepas ke pasar.
Jika perizinan benar-benar ketat, mengapa proyek mangkrak tetap dibiarkan tanpa sanksi tegas?
Apartemen mangkrak bukan hanya soal beton tak selesai. Konsumen terancam kehilangan uang, lingkungan sekitar terganggu oleh bangunan tak terurus, dan wajah kota tercoreng oleh proyek gagal yang dibiarkan bertahun-tahun.
Lebih jauh, kondisi ini merusak kepercayaan publik terhadap investasi properti di Bogor, khususnya hunian vertikal.
Pemerintah daerah dinilai terlalu pasif dalam menyikapi proyek mangkrak. Tanpa langkah tegas baik berupa audit proyek, sanksi kepada developer, maupun kejelasan hukum bagi konsumen kasus serupa berpotensi terus berulang.
Kedung Halang seharusnya menjadi ikon pertumbuhan kota, bukan deretan bangunan mati yang menjadi saksi lemahnya pengawasan dan ambisi developer yang tak diimbangi kesiapan finansial.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna







