Foto : Alat berat diterjunkan untuk menormalisasi sungai yang berantakan akibat banjir bandang. (Sangkakala 7/ist)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setdakab Tapteng, Basyri Nasution menyampaikan, dana bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta bantuan dari donatur lainnya, untuk korban bencana ekologis Tapteng masih tersimpan di kas daerah.
Penegasan ini disampaikan Basyri untuk menjawab pertanyaan warganet yang mempertanyakan keberadaan bantuan tersebut.
Basyri mengatakan, jumlah total dana yang masuk baik melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) maupun Rekening Posko Bencana Alam sebesar Rp18.989.740.748 dengan rincian, melalui RKUD sebesar Rp15.851.862.064 dan melalui rekening Tim Posko Rp3.137.878.684.
“Dana bantuan yang sudah digunakan sebasar Rp1.019.072.936. Dana dari Rekening Posko digunakanan untuk memenuhi kebutuhan logistik dapur-dapur umum dan sewa alat berat,” kata Basyri.
Lebih lanjut Basyri mengungkapkan, penerimaan dana bantuan dari pemerintah kabupaten/kota maupun donator berasal dari Dwi Dayanti Putri Suhandi, Ferry Silitonga, Inka Anggela Dasyah, Rizka Nurhaimi, Ir Syafrida, Komang Kusumaedi, Junimart Girsang KBRI, Theodora Rita Siregar (Parsahutaon Kota Wisata), Seskab (Banpres) Korban Bencana Alam di Sumut.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Herlina, Dalanta Marsada Sukses, Pemerintah Kabupaten Simalungun, Pemkab Lahat, Posko Bencana Banjir Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Presiden, dan Ali Marwan Hasibuan.
Selain itu Pemkab Tapteng juga menerima bantuan dari Pemkab Serdang Bedagai, Korpri Provinsi Sumatera Utara, Kolekte Natal Keluarga Besar KBRI dan BIASP, Hendra Wibowo Siburian, Sulastrti Rahayu, Langrock, Keuangan Provinsi Bersifat Khusus (BKP) Provinsi Sumatera Utara, Ida Ayu Putu Setiawati, Pemkab Indragiri Hulu, Atthiah Ramadhani Siregar.
Kemudian, Devi Diah Merdeka, Pemkab Kendal, Korpri Kabupaten Bantul, warga Kota Surabaya, Pemkab Ogan Komiring Ulu, Pemko Menado, Bantuan Keuangan Provinsi Bersifat Khusus Tahap II (BKP) Provinsi Sumatera Utara, Peduli Bencana Sumatera Gunung Kidul, Pemenrintah Provinsi DKI Jakarta, MUBA Peduli Kabupaten Babel, serta Korpri Kota Semarang.
“Pemkab Tapteng berkomitmen, seluruh dana bantuan yang masuk ke rekening Kas Daerah Tapteng akan disalurkan atau akan dipergunakan untuk percepatan pemulihan pascabencana,” tegas Basyri.
Basyri mengimbau, masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan berita hoax yang beredar. Ia juga mendorong dan mengajak masyarakat Tapteng saling mendukung, bahu-membahu, dan bergotong royong, mempercepat pemulihan pascabencana alam di Tapteng.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, donatur, dan seluruh pihak yang telah memberikan bantuan untuk korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Tapteng,” pungkasnya.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna








