Foto : Bupati Masinton menandatangani kesepakatan bersama dengan Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia, Kamis (22/1/2026). (Sangkakala 7/ist)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Pemkab Tapteng menandatangani kesepakatan bersama dengan Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia (Habitat for Humanity Indonesia), di Ruang Rapat Cendrawasih Kantor Bupati Tapteng, Kamis (22/1/2026).
Penandatanganan kesepakatan bersama ini dalam rangka perencanaan dan pelaksanaan program peningkatan kualitas dan pembangunan perumahan, serta kawasan pemukiman akses layanan dasar, pengurangan resiko bencana, respon bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang, cuaca ekstrem, serta pemberdayaan masyarakat Kabupaten Tapteng.
“Pada fase darurat ke pemulihan ini, kita lakukan bersama-sama baik itu pemerintah pusat, kementerian lembaga, provinsi, kabupaten, jajaran TNI, Polri, NGO, swasta, maupun relawan Kemanusiaan lainnya,” kata Masinton.
Dituturkan, di media sosial, banyak informasi hoax atau berita bohong yang tidak paham tentang penanggulangan bencana. Padahal, penanggulangan bencana itu dikerjakan bersama-sama, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, jajaran TNI, Polri, maupun elemen masyarakat lainnya.
Bupati Tapteng menegaskan, proses penanggulangan bencana dilakukan bersama-sama, tidak ada yang hero (pahlawan) di sana. Prinsip dalam penanggulangan bencana adalah tugas kemanusiaan. Seperti yang dilakukan Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia.
Menurut Masinton, pihak-pihak yang memanfaatkan bencana untuk mengadu domba, apalagi memanfaatkan bencana untuk motif politik tertentu, sudah tidak jaman lagi.
Lebih lanjut Bupati Tapteng menjelaskan, data rumah rusak sementara yaitu, rusak ringan 14.045, rusak sedang 1.565, rusak berat 2.381. Hunian Sementara (Huntara) sebanyak 191. Dana Tunggu Hunian (DTH) sebanyak 2.192. Hunian Tetap (Huntap) Pemerintah sebanyak 388, dan Huntap Mandiri sebanyak 1.660.
“Saat ini ada 206 unit hunian yang sedang berproses pembangunannya, yang diperuntukkan kepada masyarakat yang menempati tenda darurat,” imbuh Masinton.
Masinton mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kepedulian dukungan serta bantuan dari Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia. Ia menyebutkan, sekecil apapun bantuan untuk penanggulangan bencana menjadi sangat berarti.
“Prinsip dalam kebencanaan adalah misi kemanusiaan, seperti yang dilakukan Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia,” tandasnya.
National Direktur Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman menyampaikan, Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia sudah 28 tahun di Indonesia, dan sudah melayani hampir 1 juta individu.
“Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia membangun rumah agar penerima hidup dengan tenang dan aman,” katanya.
Ia berharap, kontribusi Habitat Kemanusiaan Indonesia memberikan manfaat dan dampak yang nyata. Untuk tahun pertama Habitat Kemanusiaan Indonesia akan melakukan perbaikan rumah rusak ringan. Sedang di tahun kedua akan menyasar rumah rusak berat.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna








