Mengangkat Warisan Friedrich Silaban Dalam Konteks Transformasi Digital

- Redaktur

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab. Humbahas || Sangkakalab 7
Di tengah percepatan transformasi digital yang mengubah cara bangsa ini membaca sejarah dan membangun masa depan, warisan arsitektur nasional menghadapi tantangan baru, bagaimana makna simbolik sebuah bangunan tetap hidup ketika ruang publik bergeser ke ruang digital.

Dalam konteks inilah karya Friedrich Silaban menemukan relevansinya kembali. Silaban tidak sekadar membangun struktur fisik, tetapi merumuskan arsitektur sebagai bahasa kebangsaan sebuah medium yang menyampaikan nilai, identitas, dan kedaulatan negara,” ujar Dr. Timbo Eriko Silaban kepada wartawan. Sabtu, 14/02/2026.

Di tambahkannya Arsitektur, dalam pandangan ini, bukan hanya soal fungsi dan estetika, melainkan infrastruktur simbolik. Ia membentuk cara warga negara memaknai dirinya sebagai bagian dari sebuah bangsa. Bangunan negara menjadi teks publik yang terus dibaca, ditafsirkan, dan diwariskan lintas generasi.

Karya monumental seperti Masjid Istiqlal merupakan contoh paling nyata. Masjid ini tidak hanya hadir sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai simbol kemerdekaan, toleransi, dan keberanian politik sebuah bangsa muda dalam menegaskan identitasnya. Ia adalah pernyataan kebangsaan yang diwujudkan dalam bentuk arsitektur.


Namun, di era digital, simbol-simbol tersebut tidak lagi hidup semata di ruang fisik. Mereka bertransformasi menjadi narasi visual, arsip digital, konten media, dan memori kolektif daring. Generasi muda hari ini mengenal Istiqlal bukan pertama-tama dari pengalaman ruang, melainkan dari layar.

Di sinilah konsep warisan digital menjadi penting. Warisan bukan hanya soal pelestarian bangunan, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai simbolik itu dirawat, ditafsirkan ulang, dan disebarkan dalam ekosistem digital.

Tanpa kesadaran ini, simbol negara berisiko kehilangan kedalaman makna dan berubah menjadi sekadar latar visual.
Dalam arus globalisasi informasi yang deras, simbol kebangsaan yang kuat berfungsi sebagai jangkar identitas. Ia menahan bangsa agar tidak tercerabut dari sejarahnya sendiri.

Pembangunan, dengan demikian, tidak boleh dipahami semata sebagai proses material, tetapi sebagai pendidikan kebangsaan yang hidup, berlangsung lintas generasi dan lintas platform.

Transformasi digital tidak boleh membuat bangsa ini lupa bahwa identitas dibangun bukan hanya lewat data dan teknologi, tetapi juga melalui simbol-simbol yang memberi makna pada keberadaan bersama kita sebagai sebuah bangsa.

Facebook Comments Box

Penulis : Charles Sihombing

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Manajemen Botani Square–Hotel Santika Pastikan Limbah Dikelola Sesuai Standard ‎
Pembangunan RS Khusus Jantung dan Kanker di Simpang Yasmin Bogor Terus Dikebut, Ditargetkan Rampung 2027
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Saksikan Studi Analisis Sampah di Situ Gede
Dari Gulma Jadi Rupiah: Eceng Gondok Disulap Jadi Produk Kreatif Jelang Triathlon Humbahas 2026
Kabupaten Bogor Pelopori Pembangkit Listrik Berbasis Sampah, Tanda Era Baru Pengelolaan Lingkungan
Warisan Listrik Zaman Belanda, PLTA Karacak Leuwiliang Masih Beroperasi Hingga Kini
Bayar Tol Kini Tanpa Buka Kaca, Teknologi RFID Flo Mulai Diterapkan di Jabodetabek
Viral di Media Sosial, Ronda Malam Gunakan Drone Jadi Sorotan Warganet
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:30 WIB

Manajemen Botani Square–Hotel Santika Pastikan Limbah Dikelola Sesuai Standard ‎

Rabu, 29 April 2026 - 19:49 WIB

Pembangunan RS Khusus Jantung dan Kanker di Simpang Yasmin Bogor Terus Dikebut, Ditargetkan Rampung 2027

Sabtu, 25 April 2026 - 10:14 WIB

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Saksikan Studi Analisis Sampah di Situ Gede

Kamis, 23 April 2026 - 08:01 WIB

Dari Gulma Jadi Rupiah: Eceng Gondok Disulap Jadi Produk Kreatif Jelang Triathlon Humbahas 2026

Rabu, 22 April 2026 - 21:30 WIB

Kabupaten Bogor Pelopori Pembangkit Listrik Berbasis Sampah, Tanda Era Baru Pengelolaan Lingkungan

Berita Terbaru