Dari Gulma Jadi Rupiah: Eceng Gondok Disulap Jadi Produk Kreatif Jelang Triathlon Humbahas 2026

- Redaktur

Kamis, 23 April 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala 7 || Humbahas, Sumut
Tanaman eceng gondok yang selama ini dianggap gulma dan mengganggu perairan Danau Toba, kini mulai dilirik sebagai sumber ekonomi baru. Melalui pelatihan menganyam yang digelar di Kecamatan Baktiraja, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mendorong masyarakat mengubah “masalah” menjadi peluang.

Kegiatan yang dibuka oleh Ketua TP PKK Humbahas, Ny. Erma Oloan Paniaran Nababan, pada Senin (20/4/2026), menjadi bagian dari persiapan menuju Event Humbahas Triathlon 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli mendatang.

Pelatihan ini menghadirkan desainer produk ramah lingkungan asal Semarang, Cocos Trisada Dasawulan, yang membekali peserta dengan teknik mengolah eceng gondok menjadi berbagai produk bernilai jual seperti tas, tikar, hingga kerajinan dekoratif.
“Selama ini eceng gondok hanya dianggap pengganggu. Padahal, kalau diolah dengan baik, bisa menjadi produk yang punya nilai ekonomi,” ujar salah satu peserta pelatihan.

Program ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Humbahas dan pihak swasta yang bertujuan memperkuat sektor ekonomi kreatif sekaligus mendukung promosi wisata daerah.

Hasil kerajinan dari pelatihan ini direncanakan akan dipamerkan pada puncak acara Triathlon Humbahas 2026, sehingga membuka peluang pasar langsung bagi produk lokal di hadapan wisatawan.

Selain berdampak ekonomi, pemanfaatan eceng gondok juga dinilai menjadi solusi lingkungan, mengingat pertumbuhannya yang selama ini kerap menutupi perairan Danau Toba dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Namun demikian, publik berharap program ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Keberlanjutan program, akses pasar, serta pendampingan usaha menjadi kunci agar eceng gondok benar-benar dapat berubah dari gulma menjadi sumber penghasilan masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : Charles Sihombing

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Kabupaten Bogor Pelopori Pembangkit Listrik Berbasis Sampah, Tanda Era Baru Pengelolaan Lingkungan
Warisan Listrik Zaman Belanda, PLTA Karacak Leuwiliang Masih Beroperasi Hingga Kini
Bayar Tol Kini Tanpa Buka Kaca, Teknologi RFID Flo Mulai Diterapkan di Jabodetabek
Mengangkat Warisan Friedrich Silaban Dalam Konteks Transformasi Digital
Viral di Media Sosial, Ronda Malam Gunakan Drone Jadi Sorotan Warganet
Deli Serdang Siap Suplai 400 Hingga 600 Ton Sampah untuk Energi Listrik
PLTU Labuhan Angin dan Poldasu Tandatangani Kerjasama Pengamanan Objek Vital Nasional
PLTU Labuhan Angin dan BI Sibolga Kerjasama Pemanfaatan Limbah Operasional Uang Kertas
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 08:01 WIB

Dari Gulma Jadi Rupiah: Eceng Gondok Disulap Jadi Produk Kreatif Jelang Triathlon Humbahas 2026

Senin, 13 April 2026 - 14:10 WIB

Warisan Listrik Zaman Belanda, PLTA Karacak Leuwiliang Masih Beroperasi Hingga Kini

Kamis, 26 Maret 2026 - 02:09 WIB

Bayar Tol Kini Tanpa Buka Kaca, Teknologi RFID Flo Mulai Diterapkan di Jabodetabek

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:10 WIB

Mengangkat Warisan Friedrich Silaban Dalam Konteks Transformasi Digital

Selasa, 30 Desember 2025 - 03:51 WIB

Viral di Media Sosial, Ronda Malam Gunakan Drone Jadi Sorotan Warganet

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemkab Humbang Hasundutan Hadiri Musrenbang RKPD Sumut Tahun 2027

Kamis, 23 Apr 2026 - 07:58 WIB