Sangkakala7.tv || Kota Bogor, Jabar
Dalam beberapa hari terakhir, warga merasakan cuaca yang lebih panas dari biasanya, terutama pada siang hari. Kondisi ini pun menjadi perhatian masyarakat karena suhu terasa menyengat meski Bogor dikenal sebagai kota hujan. Kamis, 19/03/2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena tersebut bukan disebabkan gelombang panas ekstrem, melainkan dampak masa peralihan musim atau pancaroba.
Menurut BMKG, pada periode pancaroba, kondisi langit cenderung cerah dengan tutupan awan yang minim. Hal ini membuat radiasi sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa hambatan, sehingga suhu udara terasa lebih panas, terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
Selain itu, posisi matahari yang berada di sekitar garis ekuator saat ini turut meningkatkan intensitas panas yang dirasakan di wilayah Indonesia, termasuk Bogor.
BMKG juga menyebutkan bahwa kondisi ini merupakan bagian dari transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Pada fase ini, cuaca pagi hingga siang hari cenderung cerah, sementara hujan lebih sering terjadi pada sore atau malam hari.
Fenomena radiasi matahari yang maksimal ditambah minimnya awan menyebabkan suhu terasa lebih terik, meskipun secara data meteorologis masih berada dalam kategori normal untuk bulan Maret.
Ke depan, BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal, yakni mulai April hingga Juni, dengan potensi kondisi yang lebih kering dari biasanya.
Menyikapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di bawah terik matahari langsung, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga kesehatan agar terhindar dari dampak cuaca panas seperti dehidrasi.
Dengan kondisi pancaroba yang masih berlangsung, suhu panas di siang hari diperkirakan masih akan terasa dalam beberapa waktu ke depan.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








