Darurat Kemarau! Sungai Ciliwung di Bogor Mengering, Warga Bertahan dengan Air Genangan

- Redaktur

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bogor, Jawa Barat || Sangkakala 7
Sungai Ciliwung yang menjadi salah satu ikon Kota Bogor kini menunjukkan kondisi memprihatinkan. Musim kemarau berkepanjangan membuat debit air terus menyusut hingga di sejumlah titik hanya menyisakan aliran kecil. Hamparan batu, lumpur, dan tumpukan sampah yang sebelumnya tertutup air kini terlihat jelas dan mulai mengeluarkan bau tidak sedap. Rabu,05/08/2026.

Pantauan di beberapa titik aliran Sungai Ciliwung menunjukkan permukaan air turun drastis. Kondisi ini dipicu minimnya curah hujan selama lebih dari satu bulan terakhir, ditambah potensi pengaruh fenomena El Niño yang membuat musim kemarau tahun ini terasa lebih kering.

Surutnya air sungai tidak hanya mengubah wajah Ciliwung, tetapi juga memunculkan persoalan lingkungan. Sampah yang mengendap di dasar sungai kini terbuka ke permukaan, menimbulkan bau menyengat dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

Di tengah kondisi tersebut, sebagian warga masih memanfaatkan genangan air yang tersisa untuk mencuci pakaian dan kebutuhan sehari-hari. Padahal, air tersebut telah bercampur lumpur dan sampah sehingga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan apabila digunakan tanpa pengolahan yang memadai.

Selain mengancam kesehatan, terus menurunnya debit Sungai Ciliwung juga meningkatkan kekhawatiran akan krisis air bersih jika musim kemarau berlangsung lebih lama. Warga yang selama ini bergantung pada sumber air di sekitar sungai menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

Masyarakat diimbau mulai menghemat penggunaan air, menghindari penggunaan air dari genangan sungai yang tercemar, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan bergotong royong membersihkan sampah di sepanjang bantaran sungai. Kondisi Sungai Ciliwung saat ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Wabup Tapteng Ikuti Penanaman 2.000 Bibit Mangrove dalam Latma Pacific Partnership 2026
Tak Masuk Akal ! Satu Sungai Hasilkan 70–80 Truk Sampah, Kesadaran Warga Dipertanyakan
Pemkot Bogor Siapkan Perwali, Siswa Wajib Tanam Pohon dari SD hingga SMA
Alun-Alun Cibinong Jadi Primadona Saat CFD, Kebersihan Perlu Perhatian Bersama
Lemahnya Pengawasan Lingkungan Hidup, PGM Labura Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati dan Lingkungan Hidup
Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Tengah Hujan, Forkopimda dan Warga Jaga Ekosistem Setu Citatah
Kampung Estetik di Bojonggede Bikin Takjub, Warga Sulap Gang Biasa Jadi Eksotik
Dedi Mulyadi Tegaskan Jangan Rusak Tanah Bogor : “Bogor Itu Tanah Keramat”
Berita ini 13 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:09 WIB

Wabup Tapteng Ikuti Penanaman 2.000 Bibit Mangrove dalam Latma Pacific Partnership 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 11:00 WIB

Tak Masuk Akal ! Satu Sungai Hasilkan 70–80 Truk Sampah, Kesadaran Warga Dipertanyakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:02 WIB

Pemkot Bogor Siapkan Perwali, Siswa Wajib Tanam Pohon dari SD hingga SMA

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:13 WIB

Alun-Alun Cibinong Jadi Primadona Saat CFD, Kebersihan Perlu Perhatian Bersama

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:46 WIB

Lemahnya Pengawasan Lingkungan Hidup, PGM Labura Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati dan Lingkungan Hidup

Berita Terbaru