Bogor | Sangkakala.tv –
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Puskesmas Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat,
pada Sabtu (27/03/2021).
Vaksin pertama dilaksanakan pada hari Sabtu, 13/03/2021 .
Heri S, penerima Vaksin pertama mengungkapkan ada reaksi terhadap perubahan jantung berdebar-debar, setelah 3 hari vaksin pertama ujar Subagio.
dr.Rini dikonfirmasi mengatakan ; biasanya efek setelah vaksin pertama ada yang merasa pegal-pegal, tapi kalau jantung berdebar diperkirakan kelelahan dan kurang minum ujar Rini kepada wartawan Sangkakala TV.
Sekitar 150 orang antrian sangat padat dari mulai jam 08.00 WIB mengambil kartu antrian dan pemeriksaan suhu tubuh tetap dilakukan di Puskesmas Bogor Timur.
Terpantau pelayanan vaksin covid kedua lebih cepat dari yang pertama. Dikarenakan pendataan pertama masih input data terlebih dahulu, yang kedua lebih mudah disamping data sudah tersimpan petugas memasukkan kode no batch data base dan muncul di layar komputer.

Meskipun petugas tetap menanyakan kembali alamat KTP, nomor telephone, BPJS namun secara keseluruhan tergolong sangat cepat pelayanannya.
Sasaran prioritas dalam vaksinasi tahap kedua ini dikhususkan kepada pelayan publik.
Para penerima vaksin adalah aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, DPRD, BUMN/BUMD, guru, dosen, pedagang pasar, tokoh agama, pelaku pariwisata hotel/resto, pengemudi ojek dan taksi online, hingga wartawan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, sasaran vaksin Covid-19 tahap dua untuk pelayan publik ini berjumlah 34.785 orang untuk dua kali suntik.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun menargetkan vaksinasi tahap kedua ini dapat diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan, Maret hingga April 2021.
Strategi percepatan capaian vaksinasi di antaranya dengan vaksinasi massal dan mobile vaksinasi (on the spot).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengungkapkan, jumlah vaksin yang diterima pada tahap kedua ini jauh lebih banyak dari vaksinasi tahap sebelumnya.
“Untuk satu vial itu berisi 5 ml yang bisa digunakan untuk 9 orang (1 orang 0,5 ml). Jadi, kalau kami hitung dari 7.730 vial jika dikali 9 menjadi 69.570 dosis atau untuk 34.785 orang (2 kali vaksin),” ujar Retno. (Heri)







