Humbahas, Sumut || Sangkakala 7
Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) berlangsung di Lapangan Merdeka Doloksanggul, Senin (17/08/2026).
Bupati Humbahas Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., bertindak sebagai inspektur upacara.
Upacara yang dimulai sekitar pukul 09.35 WIB tersebut diikuti unsur TNI-Polri, ASN, pelajar, guru, kepala desa dan lurah, organisasi kepemudaan, Pramuka, mahasiswa, serta masyarakat.
Ketua DPRD Humbahas Parulian Simamora membacakan teks Proklamasi pada pukul 09.43 WIB. Sementara itu, pengibaran Sang Merah Putih dilakukan Paskibraka Kabupaten Humbahas Tahun 2026 sekitar pukul 09.55 WIB.
Turut hadir Wakil Bupati Humbahas Junita Rebeka Marbun, Ketua DPRD Parulian Simamora, Pabung Humbahas Letkol Cba M. Manurung mewakili Dandim 0210/TU, Kapolres Humbahas AKBP Adi Nugroho, S.H., S.I.K., Kajari Humbahas Donald T.J. Situmorang, S.H., M.H., Danyon TP 955/HS Letkol Inf Samuel Simbolon, Kalapas Kelas IIB Ucok Sinabang, anggota DPRD, pimpinan OPD, pimpinan BUMD, veteran, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kepemudaan dan masyarakat.
Dalam amanatnya, Oloan menyebut tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, sejalan dengan arah pembangunan Humbahas yang menitikberatkan pada pembangunan manusia, penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal, pembangunan infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Ia juga menyinggung perjalanan Humbahas yang telah memasuki usia 23 tahun. Menurutnya, sejumlah capaian pembangunan telah diraih pemerintah daerah bersama masyarakat.
Di antaranya, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 10 kali berturut-turut atas laporan keuangan daerah, predikat BB untuk SAKIP yang disebut sebagai peringkat pertama kabupaten se-Sumatera Utara, cakupan Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98,80 persen, penghargaan keterbukaan informasi publik kategori informatif, pembentukan Koperasi Merah Putih, serta penghargaan RRI Awards untuk kategori Publikasi Asta Cita Daerah Teraktif.
Namun, amanat tersebut tidak hanya menyoroti penghargaan. Bupati juga memaparkan sejumlah program yang masih menjadi pekerjaan pembangunan daerah, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian hingga pelayanan publik.
Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah menyebut pembukaan akses jalan Sijarango-Pusuk II melalui program TMMD, pembangunan jalan pascabencana, pembangunan jembatan Bailey, pembangunan ruas jalan di Tarabintang melalui Inpres Jalan Daerah, hingga pembangunan ruas jalan provinsi Parlilitan-Batugajah.
Sementara sektor pertanian diarahkan pada peningkatan produktivitas melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pompa air, rehabilitasi 207 hektare lahan sawah terdampak bencana, serta pengembangan komoditas seperti bawang putih, bawang merah dan jagung.
Oloan menegaskan capaian pembangunan tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah dengan TNI, Polri, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan berbagai elemen masyarakat.
Ia mengajak masyarakat untuk mempertahankan dukungan dan meningkatkan kerja sama dalam pembangunan agar peningkatan kesejahteraan dapat berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan.
“Keberhasilan pembangunan bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi merupakan kerja keras seluruh pihak,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam amanatnya.
Upacara kemudian dilanjutkan dengan Andika Bhayangkari dan berakhir sekitar pukul 10.32 WIB. Seluruh rangkaian upacara berlangsung aman, tertib dan lancar.
Penulis : Charles Sihombing
Editor : Priyatna










