Foto : Peluncuran fasilitas landing page UMKM Sumatera Bangkit Bersama, Rabu (23/9/2026). (Sangkakala 7/ Kominfo Tapteng)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kemenkop UMKM) menggandeng Pemkab Tapteng untuk meluncurkan fasilitas landing page UMKM “Sumatera Bangkit Bersama”.
Peresmian dipusatkan di Klinik UMKM Bangkit Kabupaten Tapanuli Tengah, di Pandan, Rabu (23/9/2026).
Langkah strategis berskala nasional ini dihadirkan sebagai instrumen pemulihan ekonomi bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatra.
Inisiatif nasional tersebut mencakup tiga provinsi terdampak, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Khusus di Sumatra Utara, titik penetrasi kegiatan difokuskan di Kota Medan dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Penunjukan Tapteng mengukuhkan daerah ini sebagai pusat pelayanan regional (Klinik UMKM), yang mengayomi wilayah Pantai Barat Sumatra Utara dan sekitarnya, meliputi Sibolga, Taput, Humbahas, Pakpak Bharat, Tapsel, PadangSidempuan, Madina, hingga kawasan Kepulauan Nias.
Sekdakab Tapteng, Binsar TH Sitanggang, menegaskan pentingnya shifting ekosistem perdagangan di era modern. Sektor UMKM merupakan pilar penyangga utama perekonomian daerah.
“Tantangan ekonomi era digital menuntut pelaku usaha bergerak cepat, adaptif, dan inovatif. Pemasaran konvensional harus diperkuat dengan ekosistem digital agar mampu menjangkau pasar yang jauh lebih luas,” ujar Binsar.
Ia menambahkan, fasilitas landing page bukan sekadar halaman web statis, melainkan etalase digital dan kartu nama modern, yang menghubungkan komoditas unggulan daerah seperti olahan hasil laut, kopi, kerajinan tangan, hingga kuliner khas, ke rantai pasok regional maupun nasional.
Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda dari Kementerian UMKM RI, Andri menjelaskan, program tersebut difokuskan untuk memberikan penanganan konkret bagi pelaku usaha, yang kehilangan fisik warung atau tempat usaha akibat bencana.
Melalui kolaborasi langsung bersama platform marketplace Shopee Indonesia, para pelaku usaha diberikan berbagai kemudahan fasilitas toko online hingga materi literasi digital aplikatif.
Berdasarkan data Kementerian UMKM RI, integrasi landing page khusus UMKM Sumatera yang dikembangkan sepanjang Januari hingga Agustus, telah melibatkan lebih dari 4.000 UMKM, dan mencatatkan volume penjualan fantastis melampaui 40 juta produk terjual.
Melalui naskah resmi Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi pengusaha mikro dari tingkat akar rumput, agar mampu bersaing secara mandiri dan naik kelas.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tapteng, Erman Syahrin Lubis menyebutkan, sebanyak 60 pelaku UMKM terdampak bencana menjadi peserta dalam pelatihan teknis, yang terbagi ke dalam dua sesi intensif. Seluruh pendanaan kegiatan disokong penuh oleh DIPA pagu anggaran Kementerian UMKM RI.
“Klinik UMKM Tapteng diproyeksikan sebagai pusat konsultasi yang menyediakan tiga pilar pelayanan utama yakni, pendampingan akses pembiayaan, tata kelola produksi, dan perluasan akses pasar digital,” sebut Erman.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna










