Humbahas, Sumut || Sangkakala 7
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., menerima audiensi delegasi perusahaan Jepang, Y2BLEND LLC, yang difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka.
Pertemuan tersebut membahas penjajakan peluang kerja sama perdagangan dan ekspor kopi Lintong ke pasar Jepang, di Ruang Kerja Bupati, Jumat (6/11/2026).
Kunjungan delegasi Y2BLEND LLC ke Kabupaten Humbang Hasundutan berlangsung pada 6–7 November 2026. Delegasi terdiri atas CEO Y2BLEND LLC, Koichi Yasogawa; COO Y2BLEND LLC, Yumena Yasogawa; serta President & Representative Director ASTREX Co., Ltd., Hiroyuki Tazawa.
Dalam audiensi tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Christison R. Marbun, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba, serta Kepala Dinas Pertanian Tukka Siahaan.
Selama kunjungan, delegasi Jepang juga dijadwalkan meninjau perkebunan kopi dan fasilitas pengolahan di wilayah Lintong, termasuk fasilitas pengolahan milik Manat Samosir.
Peninjauan ini dilakukan untuk mempelajari kualitas kopi, kondisi produksi, proses pengolahan, serta potensi pasokan kopi Lintong Mandailing untuk memenuhi kebutuhan pasar Jepang.
Penjajakan kerja sama tersebut mencakup pengembangan produk, pelestarian varietas kopi tradisional, peningkatan pengendalian mutu, serta penguatan jaringan distribusi.
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, menyambut baik peluang kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar internasional bagi kopi unggulan daerah.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berharap penjajakan ini dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha kopi, sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah produk lokal.
Y2BLEND LLC merupakan perusahaan Jepang yang berkedudukan di Takamatsu, Prefektur Kagawa, dan telah menjalin kerja sama perdagangan dengan sejumlah pelaku usaha Indonesia di sektor kopi.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berharap penjajakan tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama perdagangan yang konkret dan berkelanjutan.
Dengan demikian, kopi Lintong tidak hanya semakin dikenal di pasar internasional, tetapi juga mampu membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani dan pelaku usaha kopi di daerah.
Penulis : Charles Sihombing
Editor : Priyatna










