PALU-SULTENG | Sangkakala.tv –
Dalam rangka upaya meningkatkan pemahaman terhadap percepatan dan perluasan digitalisasi daerah di Provinsi Sulawesi Tengah, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah menggelar kegiatan“ Pengembangan Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah di Provinsi Sulawesi Tengah”yang merupakan rangkaian dalam acara seremonial opening KIMON QRIS II.
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah mendorong penggunaan sistem elektronik atau digital dalam transaksi pemerintah.
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah Abdul Majid Ikram mengatakan, ditengah terpaan Pandemi Covid19 kita menghadapi tanangan perekonomian yang cukup berat, perekonomian yang mengalami kontraksi pada tahun 2020 perlahan mulai bangkit ditahun 2021.
Hal ini tidak terlepas dari mulai terjadinya kembali mobilitas manusia namun kita tetap harus komitmen menjaga protokol kesehatan. ” Ujar Kepala Perwakilan BI Sulteng.

Pandemi Covid19 menjadi momentum bagi Bank Indonesia dan Pemerintah untuk tetap menjaga stabilitas perekonomian nasional maupun Daerah, maka dari itu Bank Indonesia berkepentingan terus menggaungkan dan pengembangan Program yang kita sebut “Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan” yang artinya memindahkan kegiatan ekonomi dan kegiatan keuangan yang tadinya dilakukan secara konvensional (transaksi langsung/tatap muka).
Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan yang dilakukan BI dan Pemerintah menyasar seluruh agen-agen Ekonomi, baik Pemerintah Pusat, Daerah, Pengusaha dan tak kalah penting ialah Rumah Tangga, saat ini Pemerintah Pusat telah mencanangkan 12 juta UKM wajib menggunakan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS), karena ditengah pandemi ini pelaku UKM salah satu terdampak cukup berat, ditengah wabah Covid19.
Pelaku UKM tidak bisa tatap muka atau terbatas, pandemi Covid-19 mendorong para pelaku UMKM untuk terus berinovasi.
Beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, merupakan salah satu bentuk pembaruan agar para pelaku UMKM ini dapat bertahan di masa pandemi ini.
” kata Abdul Majid Ikram saat opening ceremony Kemon Qris di salah satu Hotel Kota Palu, Sabtu (9/10/2021).

Pada kesempatan itu Gubernur Sulawesi Tengah H.Rusdy Mastura sengat menyambut baik kegiatan tersebut karena memiliki tujuan sebagai sarana informasi dan literasi untuk menggali pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan transaksi keuangan berbasis digital dan elektronik.
Gubernur juga mengungkapkan ” saya juga sangat mengapresiasi inisiatif BI Perwakilan Sulteng yang menyelipkan kearifan lokal sebagai Jargonnya yaitu ;
“Kamai Kita Pura Mobalanja Mompake Qris” semoga dengan strategi ini bisa memperluas tren transaksi digital di masyarakat. ” Kata Gubernur Rusdy Mastura.
Iapun berharap dengan adanya kegiatan yang berkesinambungan seperti ini dapat meningkatkan informasi dan keterampilan masyarakat dalam melakukan transaksi digital dan elektronik melalui metode Qris dengan berbagai kelebihan dan manfaatnya daripada transaksi tunai atau yang sifatnya manual, tutupnya.
Selain Dihadiri Gubernur Sulteng, Kegiatan ini juga di Hadiri Forkompimda, Kepala Daerah Kabupaten/Kota Sulteng, antara Lain, Bupati Sigi Moh Irwan, Wakil Bupati Molowali Utara H.Djira dan Wakil Bupati Bangkep Salim Tanasa serta Ketua Komisi II DPRD Sulteng Yus Mangun.
(Hard/IG.Putu)








