Pertamina EP Tambun Field Tetap Berinovasi Di Masa Pandemi

- Redaktur

Kamis, 11 November 2021 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. BEKASI | Sangkakala.tv –
PT Pertamina EP Tambun Field berinovasi dengan Modifikasi Mesin Idle (Bekas) dijadikan MAGIC GAS COMPRESSOR sehingga dapat menghemat Milyaran Rupiah sekaligus meningkatkan produksi Gas sebesar 0,4 MMSCFD setara dengan Rp 4.290.144.000, serta Zero Flare di Lapangan Tambun.

Wellhead Gas Compressor tersebut berfungsi untuk menyerap gas bertekanan rendah (20 Psi) menjadi gas bertekanan menengah (175 Psi), dan selain itu juga dapat menghasilkan Condensate sebanyak 10 bcpd dari proses kondensasi Gas, alat tersebut dinamakan “MAGIC COMP GAS THUMB“.

PT. Pertamina EP merupakan anak perusahaan PT. Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) dibawah pengawasan SKK Migas. Lokasi kerja PT. Pertamina EP tersebar di seluruh Indonesia, salah satu unit bisnisnya adalah PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field yang selalu berusaha untuk menjaga ketersediaan pasokan minyak dan gas bumi.

Ditengah masa Pandemi ini Pertamina EP Tambun Field yang memiliki wilayah kerja di kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang tetap beroperasi dengan menerapkan strategi dan protokoler kesehatan.

Untuk menjaga dan mempertahankan komitmen produksi minyak nasional, dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya Pertamina EP Tambun Field harus tetap memiliki kreatifitas dan Inovasi, karena tanpa hal tersebut perusahaan dapat tertinggal dari perusahaan lainya.

Pertamina EP Tambun Field dalam hal ini sudah memberikan ruang kepada seluruh pekerja Tambun Field untuk melakukan Improvement dan Inovasi dan hasilnya sebuah produk inovasi yang dapat menguntungkan perusahaan, “ujar Isrianto Kurniawan Ast.Manager Production Operation Tambun Field dan “Irwan Herianto Surface Facilities Engineering Advisor, dalam memberikan inovasi haruslah dilandasi tiga hal penting didalamnya yaitu “ Applicability, Replicable, Adoptable“, ujar Krisna Tambun Field Manager.

Field Tambun tetap berinovasi selama masa pandemi ini, inovasi yang di banggakan adalah Inovasi Gugus PC Prove Magic Comp Gas Thumb, Tambun Field terdapat 3 Cluster Tambun yang memiliki fasilitas produksi pemisahan minyak dan Gas, diantaranya Cluster Tambun B, Cluster Tambun C dan Cluster Tambun U, dalam setiap proses pemisahan minyak dan gas pasti terdapat Flare (fasilitas untuk membakar Gas buang/yang tidak terpakai) dikarenakan tekanan sumur tidak mampu menembus pipa jaringan terjadi tekanan balik (back pressure), tekanan sumur dialirkan ke Separator untuk memisahkan Minyak dan Gas namun untuk Gas nya tidak dapat dialirkan ke Stasiun Pengumpul sehingga gas dibakar pada area Ground Flare.

Inovasi tersebut mampu mencegah Non Production Time (NPT) pada Artificial lift ESP (Electric Submersible Pump), yang dikarenakan terjadinya Gas lock (Gas terhambat) sehingga gas dapat dimanfaatkan dan dijual ke konsumen gas.
PC Prove Magic Comp Gas Thumb menciptakan sebuah inovasi yakni dengan memodifikasi Mesin Idle (bekas) dikoneksikan terhadap Elmot (Electro motor sebagai prime mover/penggerak) dipadukan dengan bejana tekan (vessel) serta instalasi pipa, sehingga dapat memompakan Gas dari tekanan rendah (20 Psi) dikompresikan oleh mesin yang sudah dimodifikasi menjadi tekanan menengah (175 Psi) sehingga emisi gas buang yang biasanya terbakar di area Cluster menjadi tidak ada gas terbakar (Zero Flare) dialirkan ke Stasiun Pengumpul Tambun yang selanjutnya didistribusikan ke konsumen gas diantaranya PT. BBWM (BUMD milik Kabupaten Bekasi), PT. PJB Muaratawar, dan PT. Pertagas. Adapun profit yang didapat dalam implementasi alat MAGIC GAS COMPRESSOR peningkatan produksi gas sebesar 0,4 MMSCFD setara dengan Rp 4.290.144.000.

Inovasi PC Prove Magic Comp terhitung dari bulan November 2020 sampai dengan saat ini masih beroperasi normal dengan rata-rata Flow Rate Gas sebesar 0,4 MMSCFD.

“Pertamina EP bangga terhadap PC Prove Magic Comp, Yang telah berhasil meningkatkan produksi Minyak dan Gas serta mengeliminasi gas buang yang terbakar, menjadi zero flare. Hal ini sejalan dengan arahan Top management Pertamina EP. Semangat berinovasi disaat Pandemi ”Ujar Wisnu Hindadari Asset 3 General Manager.

(ASP&RED)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Saksikan Studi Analisis Sampah di Situ Gede
Dari Gulma Jadi Rupiah: Eceng Gondok Disulap Jadi Produk Kreatif Jelang Triathlon Humbahas 2026
Kabupaten Bogor Pelopori Pembangkit Listrik Berbasis Sampah, Tanda Era Baru Pengelolaan Lingkungan
Harga “Minyak Kita” Tembus Rp 22.000 per Kg di Pasar, Jauh di Atas HET
Harga Buah Segar di Kabupaten Bogor Naik Hingga 70 Persen, Pedagang Keluhkan Kenaikan Biaya Plastik
Warisan Listrik Zaman Belanda, PLTA Karacak Leuwiliang Masih Beroperasi Hingga Kini
Pasar Petani Garuda Beroperasi, Pemkab Bogor Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan
Rumah Makan Inspirasi Kebon Mahoni Jadi Primadona Kuliner Jawa di Cibinong, Harga Ramah di Kantong
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 10:14 WIB

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Saksikan Studi Analisis Sampah di Situ Gede

Kamis, 23 April 2026 - 08:01 WIB

Dari Gulma Jadi Rupiah: Eceng Gondok Disulap Jadi Produk Kreatif Jelang Triathlon Humbahas 2026

Rabu, 22 April 2026 - 21:30 WIB

Kabupaten Bogor Pelopori Pembangkit Listrik Berbasis Sampah, Tanda Era Baru Pengelolaan Lingkungan

Senin, 20 April 2026 - 23:12 WIB

Harga “Minyak Kita” Tembus Rp 22.000 per Kg di Pasar, Jauh di Atas HET

Senin, 13 April 2026 - 14:24 WIB

Harga Buah Segar di Kabupaten Bogor Naik Hingga 70 Persen, Pedagang Keluhkan Kenaikan Biaya Plastik

Berita Terbaru