JAKARTA | Sangkakala.tv –
Mimbar Agama Buddha :
– Pernahkah anda mengamati seorang pengemis Yang Masih Sehat, menghampiri anda di sebuah lampu merah perempatan jalan ?
– Bagaimana dia memasang wajah sedihnya ?
– Apa aura yang dimunculkan oleh si pengemis ?
Saya yakin anda akan memberikan beberapa lembar uang ribuan atau bahkan lebih dengan tulus.
Namun, apakah ia akan langsung pergi meninggalkan anda ? Tidak ! Dia akan beralih ke pengendara lain dan kembali melakukan hal serupa.
Pasang muka sedih, mengulurkan tangan dan meminta belas kasihan.
Peminta Yg Masih Sehat, Segar Bugar itu jarang mengucapkan terima kasih kepada orang yang memberinya sedekah.
Sebenarnya Tuhan Telah memberi kesempatan Kepada Kita Semua Untuk hidup yang luar biasa bagi manusia, memberikan peluang dan keahlian sesuai kapasitas kita masing2.
Pertanyaannya muncul, apakah kita telah menggunakannya dengan sangat baik atau membiarkannya terkubur ?

Pengemis Yg Masih Sehat , Segar Bugar seperti tersebut diatas telah membuang kesempatan dan keahlian dalam dirinya yang dianugerahkan Tuhan. Mereka menyia-nyiakan semua anugerah kehidupan dan tidak bersyukur atas hikmat yang mereka peroleh.
Hanya dengan meminta-minta tanpa pernah berusaha lebih keras menggunakan kesempatan dan talenta Yang Ada untuk hidup bersyukur yang baik.
Pekerjaan seperti seorang pengemis Yg Sehat itu aneh dan tidak mensyukuri rahmat Yg Dimiliki, Talenta dan bakat yang dianugerahkan Tuhan disia-siakan dan mereka lebih memilih menjadi peminta-minta.
Kita diberi akal budi dan fisik yang sempurna. Pergunakanlah itu untuk membuat diri kita Lebih Baik, Gunakan Lah Dengan Banyak Melakukan Kebajikan, Agar Hidup Ini Akan Menjadi Baik, bukan malahan memendam talenta tersebut dan menguburnya.
Talenta seseorang sesuai dengan yang dia butuhkan. Percayalah rasa syukur itu baik adanya dan kita perlu melakukannya.
Semoga Semua Makhluk Berbahagia.
SALAM ROMO ASUN GOTAMA.
WASEKJEND DPP WALUBI.
(Redaksi)








