HUMBAHAS || SANGKAKALA 7 Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Humbahas Kecewa, karena lemahnya pengawasan tentang maraknya peredaran Rokok Tanpa Pita Cukai di Kab.Humbahas.
YLKI Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) mengaku kecewa kepada Pemerintah Humbahas atas maraknya rokok Luffman tanpa pita cukai dipasaran.
Ketua YLKI Erikson Simbolon menilai maraknya rokok ilegal ini semakin menunjukkan pemerintah ini lemah.
Langkah pemerintah ini yang sebelumnya melakukan penyitaan bersama Dirjen Bea Cukai tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Menurutnya, selama ini YLKI Humbahas terus mendesak Dinas Kopedagin dalam hal ini perpanjangan dari Pemerintah Humbahas, dan Dirjen Bea Cukai agar rokok ilegal tersebut untuk tidak beredar di Humbahas.
Lanjutnya, beredarar nya rokok tanpa cukai telah merugikan negara, khususnya tidak adanya pendapatan asli daerah dalam hal ini ke Humbahas.
YLKI Kab. Humbahas sudah pernah berkomunikasi dengan pihak Dirjen Bea Cukai, dan telah berjanji akan turun kembali ke pasar.
Namun, hal itu tidak sesuai harapan YLKI, dikarenakan sampai saat ini belum pernah dilakukan sidak ke pasar.
Dengan demikian, ia mendesak Pemerintah Humbahas agar menindak tegas untuk menyita peredaran rokok ilegal tersebut dari pasaran dan menghentikan akses penjualan rokok tersebut di Humbahas.
Jika tidak ada tindakan, ia menduga adanya “kongkalingkong” antara pemerintah daerah dengan pihak perusahaan rokok.
Dari pengamatan wartawan, peredaran rokok tanpa pita cukai merek Lukman masih banyak ditemui diwarung-warung bahkan, rokok ini masih laris dipasaran.
Dohar Purba, warga Dolok Sanggul , menurutnya, jika masih beredarnya rokok ini negara bisa rugi, bahkan PAD Humbahas sekaligus.
Dohar Purba menilai, pengawasan dari dinas terkait lemah sehingga berjamurnya rokok itu di pasaran.
” Kenapa rokok itu bisa beredar, berarti kan karena pengawasan tidak ada,” katanya.
Kepala Dinas Kopedagin Radna Marbun ketika dikonfirmasi, tidak dapat dijumpai, terkait masih maraknya rokok ilegal tersebut beredar dipasaran.
Bahkan, saat dikonfirmasi melalui via WhasApp, hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.
(Charles)








