*Penyembahan Di Luar Eden*

- Redaktur

Sabtu, 5 Maret 2022 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA || Sangkakala7 tv –
Mimbar Agama Kristen :

Setelah mereka diusir, Adam dan Hawa memulai hidup mereka di luar Taman Eden. Meskipun janji Injil pertama diberikan kepada mereka di sana, di Eden (Kej. 3:15), sepertinya memang Alkitab tidak menunjukkan kepada kita tentang korban binatang yang dipersembahkan sampai mereka keluar dari Eden (meskipun seseorang bisa saja meramalkan dari Kejadian 3:21 sesuatu hal tentang itu, ayat itu sendiri tidak mengungkapkan apa pun tentang pengorbanan ataupun penyembahan).

Meskipun demikian, di Kejadian pasal 4, dalam kisah Kain dan Habel, _*untuk pertama kalinya dinyatakan secara tegas sistem upacara pengorbanan.*_

Jika kita baca dengan saksama catatan pertama kisah mengenai pelayanan penyembahan (Kej. 4:1-7). _*Mengapa persembahan Kain tidak diterima oleh Allah sedangkan persembahan Habel diterima?*_

*Kain dan Habel mewakili dua golongan para penyembah yang ada sejak kejatuhan.* Yg juga Gambaran Gereja/Ibadah. Keduanya membangun mezbah. Keduanya datang menyembah Allah dengan membawa persembahan korban. Tetapi satu persembahan korban diterima dan yang lainnya ditolak.

_*Di manakah letak perbedaannya?*_ Jawabannya harus dimengerti dalam konteks keselamatan oleh iman saja, Injil itulah yang pertama diberikan kepada Adam dan Hawa di Taman Eden, meskipun rencana keselamatan itu sendiri telah dirumuskan sebelum dunia dijadikan (Efesus 1 : 4; Titus 1 : 2).

Persembahan Kain melambangkan usaha manusia untuk mendapatkan keselamatan, yang merupakan dasar dari semua agama dan penyembahan yang palsu. Kenyataannya adalah, jurang pemisah antara surga dan bumi begitu besar, dan sangat dalam, sehingga tak seorang pun dari manusia berdosa yang dapat menjembataninya dan menghubungkannya kembali. Inti dari legalisme atau keselamatan melalui usaha adalah upaya manusia untuk mencoba menjembataninya sedemikian rupa.

Sebaliknya, *Persembahan Habel dengan mengorbankan seekor domba*_ menyatakan (meskipun sedikit) kebenaran yang besar bahwa hanya dengan kematian Kristus, Dia yang setara dengan Allah (Flp. 2:6) yang dapat menjadikan manusia berdosa itu benar di hadapan Allah.

Sebab itu, _*kita diberi pelajaran luar biasa tentang penyembahan:*_ semua penyembahan yang benar harus berpusat pada kenyataan bahwa kita tidak berdaya untuk menyelamatkan diri kita sendiri, dan seluruh upaya kita dalam memperoleh keselamatan dengan usaha sendiri telah digambarkan pada tindakan Kain. Penyembahan yang benar harus didasarkan pada realisasi bahwa hanya melalui anugerah Allah kita dapat memiliki pengharapan hidup kekal.

Kiranya kita mau memeriksa pikiran-pikiran, motif dan perasaan-perasaan terdalam yang Anda miliki tentang penyembahan. Apakah penyembahan Anda ‘berpusat pada Kristus’ atau mungkin terlalu fokus pada diri Anda sendiri ?

(W.009)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Humbahas Terima Kunjungan PPG Jemaat HKI Bahalimbalo Simpang Tiga Paranginan
Bupati Humbahas Hadiri Penerimaan Sakramen Krisma dan Pelantikan Pengurus Gereja se-Paroki St. Lusia Parlilitan
Perayaan Paskah Oikumene Tapteng, Bupati: Kita Harus Bangkit dan Menjadi Pejuang Pemulihan
Meriah dan Penuh Hikmat, Pemkab Humbahas Rayakan Paskah 2026 Bersama Masyarakat
GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Resort Lintongnihuta Semarakkan Paskah II di Simpang Kawat
Ponpes Tahfizh Darut Taufik Ar-Rahman Gelar Halal Bihalal, Dihadiri Sejumlah Artis Tanah Air
PWI Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi serta Kenalkan Direksi Baru
Kapolsek Balaesang Iptu Ramto L : Warga Jawa Perantau dan Lokal Nikmati Rasa Syukur Lebaran Ketupat di Pantai Sibayu
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:25 WIB

Bupati Humbahas Terima Kunjungan PPG Jemaat HKI Bahalimbalo Simpang Tiga Paranginan

Minggu, 26 April 2026 - 19:15 WIB

Bupati Humbahas Hadiri Penerimaan Sakramen Krisma dan Pelantikan Pengurus Gereja se-Paroki St. Lusia Parlilitan

Jumat, 24 April 2026 - 23:06 WIB

Perayaan Paskah Oikumene Tapteng, Bupati: Kita Harus Bangkit dan Menjadi Pejuang Pemulihan

Rabu, 15 April 2026 - 15:15 WIB

Meriah dan Penuh Hikmat, Pemkab Humbahas Rayakan Paskah 2026 Bersama Masyarakat

Senin, 6 April 2026 - 16:47 WIB

GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Resort Lintongnihuta Semarakkan Paskah II di Simpang Kawat

Berita Terbaru