JAKARTA || Sangkakala7.tv –
Mimbar Agama Buddha :
Bukan karena tinggal di hutan, diguwa, di gubuk terpencil lantas menjadi suci.
Juga bukan hapal buku suci & rajin sembahyang,…lalu suci nan mulia.
Menjadi pertapa tidak makan, tidak minum atau tinggal ditempat kramat lantas jadi suci.
Hidup sabar dalam pikiran, ucapan dan tindakan benar, maka mereka pantas disebut pertapa walau ditengah keramaian.
Tiada jahat dan bertindak bajik serta bersih hatinya…. maka dialah yang pantas disebut suci nan mulia.
Batin yang hening tiada nafsu rendah…tiada jahat atau benci dan tiada banyak nafsu, Yaitu nafsu Keinginan Duniawi dan sadar nan sabar, maka mereka pantas menyandang sebutan pertapa.
Bukan simbol nya namun maknanya.
Bukan sepi tempatnya namun hati sepi dari pamrih.
Bukan keluar nan jauh namun menuju kedalam dirinya.
Bukan mengumbar Nafsu Keinginan Duniawi namun mengurangi Keinginan ,
Bukan pula menaklukan orang lain,sesungguhnya pertapa sejati yang mampu menakluk kan dirinya sendiri.
Dengan sabar dan membersihkan keruhnya hati, dimanapun berada maka kita bisa menjadi pertapa.
Semoga Semua Makhluk Berbahagia.
SALAM ROMO ASUN GOTAMA.
WASEKJEND DPP WALUBI.
(R.001)








