” Memakai kalung kayu berwarna hitam berbentuk tasbih dan memakai ikat di kepala berwarna merah ”
DEPOK | Sangkakala TV –
Informasi yang dapat dihimpun, pada bulan maret warga lingkungan RW 04 sering kehilangan uang dan kejadiannya setiap malam Selasa dan malam Sabtu.
Sebulan yang lalu, saat kejadian ada warga yang melihat penampakan babi, namun ketika ditangkap babi itu menghilang.
Warga merasa geram atas kehilangan uang, akhirnya warga dan tokoh masyarakat sepakat melakukan pertemuan, untuk menangkap penampakan babi dengan cara wirid.
Pada hari Senin 26/4/2021, pukul 22.30 WIB, warga mempersiapkan diri, sekitar pukul 24.00 WIB terlihat ada tiga orang menggunakan motor matik.
“Satu orang turun menggunakan jubah menuju ke TKP kebun milik Pak Suratiyo dengan berjalan kaki tidak menapakkan kaki di tanah kemudian orang berjubah tersebut duduk.
Setelah ditunggu selama 1,5 jam orang tersebut berubah menjadi babi hutan, warna hitam dan menggunakan kalung serta memakai ikat kepala warna merah.
Setelah berubah jadi babi, warga mengepung dan babi berhasil ditangkap, kemudian ditabur garam dan disabet dengan sapu lidi berjumlah tujuh batang kemudian dikandangi”.
Hari Selasa tanggal 27 April 2021 pukul 09.00 wib telah dilakukan Pulbaket dan monitoring terhadap penemuan dan penangkapan di duga Babi ngepet di wilayah Kel. Bedahan Kec. Sawangan Kota Depok.
Ciri babi saat di tangkap : Jenis Babi hutan, berwarna Hitam, sebesar anjing dewasa, memakai kalung kayu berwarna hitam berbentuk tasbeh dan memakai ikat dikepala berwarna merah ( saat ini babi tersebut mengecil ) .
Penangkapan di duga Babi Ngepet tersebut dilakukan oleh warga Kel. Bedahan dengan cara telanjang bulat /bugil.
Penangkapan dilakukan oleh
Pak Ust Adam Ibrahim,Heri Sunarya,Muhammad Rizki,Farhan,Iwan Kurniawan, kelima orang tersebut beralamat di Kelurahan Bendahan Kecamatan Sawangan kota Depok.
Babi ngepet pun menjadi tontonan warga. Direncanakan babi akan dimusnahkan jika tidak ada warga yang mengaku sebagai anggota keluarganya.
“Dari hasil kesepakatan tokoh masyarakat rencananya babi tersebut akan dimusnahkan mengingat semakin lama semakin banyak warga yang berkerumun untuk menyaksikan babi jadi-jadian,” katanya. (Majid)










