Bangunan Pariwisata Terpadu Tambunan Lumban Pea Diduga Mangkrak, Puluhan Miliar Jadi Sorotan Publik

- Redaktur

Kamis, 10 September 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Toba, Sumut || Sangkakala 7
Keberadaan sejumlah bangunan yang telah selesai dibangun, tetapi belum difungsikan sebagaimana peruntukannya, kembali menjadi sorotan publik di Kabupaten Toba.

Hal tersebut terlihat saat DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (Akpersi) Kabupaten Toba melakukan peninjauan langsung ke lokasi bangunan Pariwisata Terpadu Tambunan Lumban Pea.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat sejumlah bangunan yang tampak megah, tetapi hingga kini belum terlihat dimanfaatkan secara optimal.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pembangunan fasilitas tersebut disebut menyerap anggaran negara hingga puluhan miliar rupiah. Namun, manfaat bangunan bagi masyarakat maupun sektor pariwisata dinilai belum terlihat secara maksimal.

Di sekitar kawasan bangunan juga terlihat kondisi lingkungan yang kurang terawat. Sejumlah bagian kawasan tampak ditumbuhi rerumputan sehingga menimbulkan kesan fasilitas tersebut belum mendapat pemeliharaan dan pemanfaatan sebagaimana mestinya.

Kondisi bangunan dan lingkungan sekitar tersebut memunculkan dugaan bahwa fasilitas Pariwisata Terpadu Tambunan Lumban Pea belum dimanfaatkan sebagaimana tujuan pembangunannya.

Menurut informasi yang diperoleh, pembangunan fasilitas tersebut merupakan program pada masa pemerintahan sebelumnya.
Namun demikian, keberadaan bangunan yang belum berfungsi hingga saat ini tetap menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memastikan aset yang telah dibangun dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

Sorotan serupa juga diarahkan terhadap pembangunan fasilitas lain yang dilakukan pada masa pemerintahan saat ini.
Salah satunya adalah pembangunan laboratorium yang juga disebut memiliki nilai anggaran hingga puluhan miliar rupiah.

Bangunan tersebut telah berdiri, tetapi sampai saat ini belum terlihat dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan tujuan pembangunannya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, apakah setiap pembangunan telah didasarkan pada perencanaan jangka panjang dan masterplan yang jelas.

Pergantian kepemimpinan seharusnya tidak selalu berarti meninggalkan fasilitas yang telah dibangun oleh pemerintahan sebelumnya.
Program yang telah menghabiskan anggaran negara semestinya dapat dievaluasi, dilanjutkan, dan dimanfaatkan apabila masih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

DPC Akpersi Kabupaten Toba menilai pemerintah perlu melakukan inventarisasi terhadap seluruh bangunan dan fasilitas yang telah selesai dibangun tetapi belum difungsikan.
Pemerintah juga dinilai perlu menjelaskan kepada publik mengenai status, nilai anggaran, sumber anggaran, tujuan pembangunan, serta kendala yang menyebabkan fasilitas tersebut belum digunakan.

Sebab, pembangunan fisik bukan hanya persoalan mendirikan bangunan.
Setelah pembangunan selesai, pemerintah juga harus memastikan adanya pemeliharaan, pengelolaan, sumber daya manusia, serta anggaran operasional sehingga bangunan tersebut benar-benar memberikan manfaat.

Masyarakat tentu berharap setiap rupiah uang negara yang digunakan untuk pembangunan dapat menghasilkan manfaat nyata, bukan justru menjadi aset yang terbengkalai.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Toba diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas yang sudah terbangun, termasuk Pariwisata Terpadu Tambunan Lumban Pea dan bangunan laboratorium yang hingga kini belum difungsikan secara optimal.

Pertanyaan yang kini menunggu jawaban pemerintah adalah apakah seluruh pembangunan tersebut sudah memiliki masterplan dan perencanaan pemanfaatan yang jelas, serta kapan fasilitas yang telah menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah tersebut benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : Ramli Hutapea

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Momentum Mengembalikan Kepercayaan Publik
SAT RESKRIM POLRES HUMBAHAS TANGKAP EMPAT RAYAP BESI
Polres Labuhanbatu Ringkus Seorang Pria Bawa 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi di Rantau Prapat
Satresnarkoba Humbahas Tangkap Kurir Ganja 72,20 Gram dari Sidikalang, Pemesan Masuk DPO
Satresnarkoba Humbahas Tangkap Kurir Ganja 72,20 Gram dari Sidikalang, Pemesan Masuk DPO
Kejari Humbahas Tetapkan Kades Nagasaribu II Tersangka Dugaan Korupsi APBDes, Kerugian Negara Rp325,9 Juta
*Polda Sulteng Ungkap Kasus Narkotika di Palu, Sejumlah Barang Bukti Diamankan*
Pencuri Emas dan Ponsel di Tapteng Ditangkap Polisi
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:48 WIB

Bangunan Pariwisata Terpadu Tambunan Lumban Pea Diduga Mangkrak, Puluhan Miliar Jadi Sorotan Publik

Kamis, 3 September 2026 - 06:43 WIB

Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Momentum Mengembalikan Kepercayaan Publik

Selasa, 1 September 2026 - 10:30 WIB

SAT RESKRIM POLRES HUMBAHAS TANGKAP EMPAT RAYAP BESI

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Polres Labuhanbatu Ringkus Seorang Pria Bawa 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi di Rantau Prapat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Satresnarkoba Humbahas Tangkap Kurir Ganja 72,20 Gram dari Sidikalang, Pemesan Masuk DPO

Berita Terbaru

Pemerintahan

BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN TINJAU PENYALURAN AIR BERSIH

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:16 WIB