BANTEN || Sangkakala7.tv –
Mimbar Agama Islam :
Surat An-Nahl Ayat 125
ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Makna ayat :
Ajaklah – wahai Rasul – kepada agama Islam, kamu dan orang-orang beriman yang mengikutimu dengan cara yang sesuai dengan keadaan objek dakwah, pemahaman dan ketundukannya, melalui nasihat yang mengandung motivasi dan peringatan, debatlah mereka dengan cara yang lebih baik dari sisi perkataan, pemikiran dan pengkondisian. Kamu tidak bertugas memberi manusia hidayah, akan tetapi tugasmu hanya menyampaikan kepada mereka. Sesungguhnya Rabbmu lebih mengetahui siapa yang tersesat dari agama Islam dan Dia lebih mengetahui siapa yang mendapatkan petunjuk, karena itu jangan sia-siakan dirimu dengan kesedihan mendalam atas mereka.
( Tafsir Al mukhtasar)
Faedah ayat :
1.Berdasarkan ayat ini, objek dakwah itu adalah orang-orang yg tidak baik, kita dakwahi agar menjadi baik.
2. Dakwah itu bukan mengajak orang yg sudah Qur’an sunah tapi mengajak pelaku bid’ah menjadi nyunah.
3. Jangan menjadi da’i yg enggan dakwah di lingkungan yg tidak baik.
4. Belajar dari Nabi Yusuf yg meninggalkan dakwah karena orang-orang disekitar nya tidak mau beriman kpd Allah, sehingga Allah timpakan Nabi Yusuf ditelan ikan. (KP.031)








