HUMBAHAS || Sangkakala7.tv –
Salah seorang warga Desa Sijarango hanyut di sungai dan hingga berita ini di terbitkan belum juga di temukan.
Hal ini di sampaikan Kapolres Humbahas AKBP Achmad Muhaimin, S.I.K, M.H melalui Kapolsek Pakkat AKP Darwin dalam press rilisnya kepada wartawan.
AKP Darwin menjelaskan korban atas nama Jares Lumban Raja, Usia 53 thn (laki-laki), Agama Katolik, Pekerjaan Tani, alamat Dusun V Huta Dalan Desa Sijarango Kec.Pakkat, hilang saat mandi di Sungai Aek Sirahar Desa Sijarango Kec. Pakkat Kab. Humbahas, Senin (09/05/2022).
Kapolsek Pakkat, AKP Darwin menjelaskan kronologisnya bahwa dari keterangan saksi bahwa korban, pada hari Kamis tanggal 05 mei 2022, sekitar pukul 18.30 Wib pergi mandi ketempat pemandian umum yang berlokasi di Sungai Aek Sirahar dengan membawa perlengkapan mandi, pada saat itu saksi melihat korban sedang mandi di pinggir sungai.
Di tambahkannya, esok harinya Jumat tanggal 06 mei 2022, pukul 08.00 Wib Saksi Istri korban merasa kehilangan suaminya dan pergi ketempat pemandian umum tersebut dan menemukan alat mandi berupa sabun dan pakaian korban berada di pinggir sungai tempat pemandian umum tersebut.
Hingga saat ini Senin 09/05/ 2022 jajaran Polsek Pakkat l, Kepala Desa, di bantu warga masih melakukan pencaharian di sekitar Sungai Aek Sisira Pakkat.
Pencarian dan penyisiran kesepanjang aliran sungai yang hilir, namun hingga kini korban atas nama Jares Lumban Raja masih belum juga ditemukan.
Kapolsek Pakkat, AKP Darwin menjelaskan, dari keterangan istri korban bahwa korban memiliki penyakit bawaan berupa penyakit Epilepsi/ayan.
Salah seorang warga mengatakan kepada wartawan Sangkakala7.tv, Wakil Bupati Humbahas Oloan P Nababan pada hari kedua ikut berenang menyisir lokasi Sungai Aek Sirahar Pakkat.
” Di aliran air yang deras itu pak wakil ikut berenang menyiris lokasi”, ujarnya.
Menurut beberapa warga wakil Bupati Oloan Nababan tanpa rasa takut turut menyisir lokasi namun tidak menemukan korban.
“Nampak sekali Pak Oloan ini bekas tentara tidak ada rasa takut mencari rakyatnya yang hanyut di sungai, ” tuturnya.

Wakil Bupati Humbahas, DR(Can) Oloan Paniaran Nababan SH,MH, melalui Whatshapp kepada wartawan Sangkakala7.tv menuturkan, membenarkan bahwa pada saat penyisiran warga yang hanyut tidak di temukan.
“Belum ditemukan sampai dengan sekarang, “katanya Senin (09/05).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Humbahas, Astri Sitompul melalui via telpon menjelaskan kepada wartawan Sangkakala7.tv, Tim SAR BASARNAS dari Parapat hari ini Senin, 9/05/2022 akan turun kelokasi.
” Kami sudah menghubungi Tim SAR Basarnas dan menunggu di Pos BPBD karena mereka akan turun hari ini kelokasi, “tuturnya.
Astri Sitompul kepada wartawan menjelaskan warga Korban hanyut di sungai Sirahar Desa Sijarango Kec Pakkat.
Nama Jares Nainggolan
Umur : 52 tahun
Pekerjaan : Petani.
Nama istri : Reniati br. Simbolon,
Umur : 45 Tahun,
Anak : 3 orang
Alamat : Desa Sijarango kec Pakkat.
Melalui via telpon pihak Tim SAR Basarnas mengatakan siap membantu pencarian warga yang hanyut dengan pelayanan gratis.
Hal ini di sampaikan Komandan Pos Tim SAR Basarnas,Hisar Turnip melalui telepon kepada wartawan Sangkakala7.tv.
Menurutnya, BPBD Humbahas begitu menerima informasi langsung menghubungi Tim SAR Basarnas dan mengirimi nomor telpon Kepala Desa dan Camat.
Hisar menjelaskan ketika di hubungi Camat Pakkat dan Kepala Desa melalui via telpon mereka menolak kunjungan Tim SAR Basarnas.
Di tambahkannya,dirinya sudah menjelaskan bahwa pencarian pelayanan tim SAR Basarnas gratis.
Di jelaskannya, adanya video Wakil Bupati Oloan Nababan turut menyisir lokasi sambil berenang tidak terlihat di dampingi Tim SAR Basarnas.
Menurut Hisar Turnip awalnya Camat dan Kepala Desa yang menunda-nunda kedatangan Tim SAR Basarnas.
“Pemerintah setempat menunda-nunda kedatangan kami, namun karena sudah di hubungi pihak BPBD Humbahas (09/05) dan sudah di perintahkan Kepala Seksi Operasional (Kasi Ops) kami mau turun karena ini tupoksi kami, “ujarnya.
“Ditunda-tunda dan tarik ulur dari pemerintah setempat kami tetap mau turun menurut kebiasaan kami memberikan pelayanan gratis, “tegasnya.
Di jelaskannya, kejadian penundaan dari Camat atas kehadiran Tim Basarnas untuk yang kedua kalinya yang pertama korban hanyut tanggal 30/04 F.Tanjung dan yang kedua J.Nainggolan, tanggal 05/05/2022.
(KB.061)










