Warning !!! Diduga Tercemar Limbah, Air Kali Sadang Cibitung Berubah Menjadi Warna Merah dan Bau Menyengat

- Redaktur

Jumat, 27 Mei 2022 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. BEKASI || SANGKAKALA 7 –
Aliran kali Sadang wilayah Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/05/2022) pagi, airnya tampak berubah warna dan mengeluarkan bau menyengat.

Air di aliran kali tersebut berubah berwarna menjadi merah, kemudian pada siang harinya sekitar pukul 12.00 Wib berubah kembali berwarna coklat, hal tersebut sangat meresahkan warga yang tinggal disepanjang bantaran Kali Sadang.

Menurut pantauan media dilapangan dan mengkonfirmasi warga sekitar aliran di wilayah Desa Wanasari dan Desa Wanajaya Kecamatan Cibitung, mengatakan ; perubahan warna aliran kali sadang akibat pencemaran diduga berasal dari sebuah perusahaan dikawasan industri yang ada di sepanjang aliran kali Sadang.

Sugeng (37), warga Kampung Selang Bulak RT 03/02 Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, menuturkan perubahan warna di aliran kali sudah berlangsung cukup lama, dan kerap terjadi pada pagi menjelang siang hari.

“Sudah hampir belasan tahun lah begini, itu berubah warnanya hitam dulu, terus berubah lagi jadi warna merah gitu, nah yang kalau pas lagi hitam itu keluar bau menyengat, ” ujar Sugeng,
“Iya khawatir banget, soalnya baunya itu sampe nyengat ke hidung, ” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Iwan (71) warga lainnya, Ia mengungkapkan perubahan warna serta timbulnya bau menyengat di aliran kali membuat sebagian ikan mati terkena racun yang timbul dari pencemaran tersebut.

“Kadang-kadang aja sih, tapi cepet juga itu berubahnya, kalau kemarin itu sampai ikan aja pada mabok, celeng-celeng, iya pasti pada mati karna air itu kayanya air kimia,” kata Iwan.

Meski berlangsung sudah hampir 20 tahun, adanya pencemaran yang terjadi di aliran Kali Sadang, menurut Iwan belum ada tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Dulu airnya bisa dibuat minum, tapi pas itu aja ada kawasan jadi udah gak bisa lagi dimanfaatkan, coba kalau sekarang bisa mati minum air itu, “tutupnya.

( W.017 )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Catatan Hendry CH Bangun : Pendataan Memang Bukan Pendaftaran
Nelayan Asal Kampung Pannara Kabupaten Jeneponto, Dilaporkan Hilang Saat Melaut
Gempa Guncang Tapanuli Utara Berkekuatan Magnitudo 6,0
Kasad Jenderal Dudung Abdurachman, Minta SMSI Mengembalikan Esensi Jurnalisme Serta Menjaga dan Merawat Nilai-nilai Pancasila.
Geger, Sesosok Mayat Laki-laki Ditemukan Terapung di Sungai Rowokembu
*Poso Humanity Care Dukung Kepolisian Cegah Paham Radikalisme*
Konferensi PWI Deli Serdang, Bupati: Wartawan Baik Akan Sajikan Berita yang Benar dan Tidak Provokatif
*Tanggul Penahan Air Laut Jebol, Kawasan Lamicitra Pelabuhan Tanjung Emas Banjir Mencapai 1,5 Meter*
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Februari 2023 - 00:14 WIB

Catatan Hendry CH Bangun : Pendataan Memang Bukan Pendaftaran

Senin, 14 November 2022 - 22:51 WIB

Nelayan Asal Kampung Pannara Kabupaten Jeneponto, Dilaporkan Hilang Saat Melaut

Sabtu, 1 Oktober 2022 - 10:02 WIB

Gempa Guncang Tapanuli Utara Berkekuatan Magnitudo 6,0

Kamis, 21 Juli 2022 - 18:58 WIB

Kasad Jenderal Dudung Abdurachman, Minta SMSI Mengembalikan Esensi Jurnalisme Serta Menjaga dan Merawat Nilai-nilai Pancasila.

Selasa, 28 Juni 2022 - 09:56 WIB

Geger, Sesosok Mayat Laki-laki Ditemukan Terapung di Sungai Rowokembu

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Humbahas Laksanakan Kegiatan Bersama Yonif TP 955/HS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:09 WIB