JAKARTA || Sangkakala7.tv –
Mimbar Agama Buddha :
Salam Romo Asun Gotama.
Wasekjend DPP WALUBI
Apa ukurannya cukup dan kurang untuk *KEHIDUPAN* ini. Bisa digunakan ukurannya adalah *kebutuhan* dan *keinginan* orang hidup.
Jika hidup dengan *KEINGINAN*, siapa pun orangnya akan terus merasa *KURANG*, karena keinginan itu kendati sudah punya *BANYAK* akan tetap merasa masih *kurang banyak*, apa lagi baru punya *SEDIKIT*, karena *kurang* itu identitasnya *KEINGINAN*.
Ketika orang *HIDUP* sesuai yang *dibutuhkan* untuk hidup, maka kebutuhannya akan sangat mudah *TERPENUHI*.
Bisa ambil contoh *PAKAIAN* sebagai kebutuhan untuk berpakain yang *LAYAK*, tubuh manusia tidak *butuh* banyak kain, *dua* sampai *tiga* meter sudah cukup, Sangat berbeda dengan *KEINGINAN* akan pakaian. Satu lemari penuh pakainpun terasa masih *BELUM CUKUP.*
Orang akan mudah *BAHAGIA* hidupnya, ketika hidup berdasarkan kebutuhan *hidup*, yang sulit *BAHAGIA* itu adalah, jika orang hidup bersama dengan *keinginannya.*
Ingin hidup *BAHAGIA*, justeru hidupnya tidak *BAHAGIA*; karena *kebahagiaan* bukan dari keinginan, akan tetapi *KEBAHAGIAAN* itu, jika orang bisa hidup *PUAS* dengan *KEBUTUHAN*
*Kepuasan* hanyalah permainan *PIKIRAN*, Nikmatilah apa yang sudah ada, agar *HIDUP* terasa lebih *BERMAKNA*, jangan sampai, apa yang sudah dalam *genggaman* dilepaskan , hanya untuk *mengejar* apa yang belum *PASTI*
Hiduplah sesuai *KEBUTUHAN* bukan berdasarkan *KEINGINAN*
Semoga Semua Makhluk Berbahagia.
(R.001)
.








