KAB. BEKASI || Sangkakala7.tv – Mendadak grebek Stunting oleh Dandim 0509 Kabupaten Bekasi, grebek stunting adalah bagian dari program (KASAD) Kepala Staff Angkatan Darat usai ditunjuk sebagai Duta Bapak Asuh dalam penanganan upaya percepatan penurunan stunting.
Hal tersebut melibatkan seluruh instansi dan stacholder yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi. Dengan intensitas kegiatan Posyandu di desa-desa secara terpadu dengan memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat terutama keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera satu.
Kegiatan tersebut berlangsung di Posyandu Melati-2, Kp.Pasir Limus, Rt.005/Rw.003, Desa Wangunharja Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Pada hari Rabu 13/7/2022.
Grebek Stunting pada balita di Posyandu Melati-2 tersebut selain dihadiri Dandim 0509 Kabupaten Bekasi Letkol Inf M Horison Ramdhan, juga di hadiri oleh Dr Sri Enny Kadinkes Kab.Bekasi, Drs.H.Farid Setiawan (Kadin DPPKB/ Dinas pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana Kab.Bekasi).
Ibu Sane (Kabid Perlindungan Anak DPPKB Kab.Bekasi), Ani Gustini (DPPKB Perlindungan Anak), H. Arman Sukarja, SE (UPTD KB Wilayah-4 DPPKB), H. Ganda (Kades Wangun Harja), Dr. Firman (Kapuskesmas Mekar Mukti), Nursih (Ketua Posyandu Melati -2 Wangun harja), Rohayati, Am Keb ( Bidan Desa Wangun Harja), Kapten Inf Nurfatoni (Danramil 07/Cikarang), Ipda Rasman (Polsek Cikarang Utara), Letda Arm (Danunit intel Kodim 0509/Kab.Bekasi), Yeyen (Pt.Mulya Keramik Indonesia), Ahmad (HRD PT.Yilli Indonesia Diary) dan para tokoh masyarakat.
Dandim selain meninjau stunting, pada kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian sembako pada balita.
Letkol Inf. M. Horison Ramadhan Dandim 0509 Kabupaten Bekasi dalam kujungan tersebut mengungkapkan rasa syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah dan Inayah-nya, sehingga pada pagi hari ini kita semua dapat hadir dan mengikuti acara kegiatan gerebek stunting diwilayah Kabupaten Bekasi tahun 2022.” Ujar Perwira Berpangkat Letnan Kolonel.
Dandim mengakui sangat mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini. Semoga dengan terlaksananya acara ini dapat tercipta kerjasama dan komitmen dari seluruh pihak yang hadir dalam menanggulangi permasalahan Stunting di Wilayah Kabupaten Bekasi secara bersama sama, ” Ungkapnya.
Persoalan Stunting telah menjadi agenda Nasional, sehingga Pemerintah memberikan perhatian khusus dalam hal penanganan stunting dengan menobatkan dan mengangkat bapak Kasad Mayjen TNI Didung Abdul Rohman sebagai Duta Bapak Asuh dalam hal penanganan Stunting,” papar Dandim.
Menurutnya Stunting menjadi masalah kesehatan di Indonesia khususnya di Wilayah Kabupaten Bekasi. Stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat, akan tetapi berkaitan juga dengan perkembangan otak yang kurang maksimal.
Kami sangat berharap kepada seluruh instansi dan stacholder di wilayah Kabupaten Bekasi untuk bersama-sama berkomitmen melakukan aksi percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Bekasi.
Untuk mencapai angka penurunan stunting yang signifikan, diharapkan kegiatan Posyandu di desa-desa harus kembali digerakkan dan mendapat perhatian yang lebih serius, agar aktifitas dan penyampaian informasi tentang gizi kepada ibu-ibu terus dilakukan melalui kegiatan di Posyandu,” kata Dandim.
Untuk itu upaya penanganan stunting ini dapat dilakukan dengan metode antara lain:
1. Secara sepesifik (Faktor internal dalam hal kesehatan)
2. Secara Sensitif (Faktor lain/diluar kesehatan) seperti air minum, lingkungan, rumah tinggal dsb, sehingga anak-anak dalam masa Golden periode pertumbuhannya sempurna, terutama pada masa 1000 (seribu) hari dari usia kelahiran,” terang Dandim.
Tujuan kegiatan grebek Stunting adalah sebagai upaya menekan kasus stunting agar tidak bertambah di Wilayah Kabupaten Bekasi dengan menargetkan penurunan kasus Stunting sebanyak 15%.,” tuturnya
Sementara pada kesempatan yang sama Dr. Sri Enny sebagai Kadinkes Kabupaten Bekasi menjelaskan : bahwa Stunting ini sudah lama di dengungkan oleh Pemerintah yaitu kepada balita yang terbilang kurang memenuhi gizi sehingga tidak memenuhi kriteria tinggi badan Normal, pada Masa Pertumbuhan, ” tutur Dr Sri Enny.
Iapun menjabarkan bahwa Kondisi Kabupaten Bekasi sendiri saat ini meningkat status Stunting, karena kurangnya pencegahan dan pengawasan serta adanya faktor lain seperti air sehat, lingkungan, Rumah tinggal dan sebagainya serta balita yang terindikasi tidak terbawa ke Posyandu,” jelasnya Dr Sri Enny.
Saat ini data yang telah memiliki kriteria tinggi badan normal sangat pendek sebanyak 160 balita terdapat 3 balita Stunting dan yang harus terus dipantau yaitu :
1. Balita Albar anak pasangan dari bapak Rasan/ Ibu Nanih
dengan ukuran TB. 93 cm
2 Balita Arfan anak pasangan dari Bapak Komar/ Ibu Nur dengan memiliki ukuran TB 91 cm
3. Balita Nabil Azhar anak dari pasangan Bapak Arsad/ ibu Emas dengan memiliki ukuran TB. 94 cm, jadi kegiatan Grebeg Stanting terbukti bahwa Pemerintah kabupaten Bekasi serius untuk menangani balita Penderita Stanting,” ungkap Dr Sri Enny sambil menutup kegiatan tersebut dengan Melakukan Foto bersama.
(KP.011)








