Produk Kikil Diduga Menggunakan Kulit Sapi Impor dan Bahan Kimia Berbahaya

- Redaktur

Kamis, 17 November 2022 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. BEKASI || SANGKAKALA 7 –
Kikil merupakan makanan yang terbuat dari kulit sapi dan sudah barang pasti dikenal oleh banyak orang.

Kikil banyak dijual di pasar-pasar, olahan kikil dipadukan dengan nasi putih hangat menjadi santapan favorit orang.

Namun, dibalik kelezatannya perlu di waspadai kikil berbahaya yang bisa saja tanpa sadar Anda konsumsi.

Pengolahan kulit sapi menjadi kikil, diproduksi industri rumahan yang berlokasi di Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Proses produksi Kikil diduga menggunakan bahan baku kulit impor dan cairan kimia berbahaya.

Menurut narasumber, warga di sekitar lokasi pabrik kikil yang tidak bersedia disebut namanya, mengatakan ; kerap tercium aroma tak sedap dan menyengat dari pembakaran kulit sapi impor, serta cairan yang diduga zat kimia untuk membuat kikil agar terlihat lebih bersih dan mengembang.

Pabrik Kikil rumahan tersebut sudah berdiri sejak lama dan menjadi usaha turun temurun, warga juga kerap mengeluhkan bau tidak sedap dari proses pengolahannya.

Hasil pengolahan kulit menjadi makanan jenis Kikil tersebut dipasarkan di pasar-pasar Jabotabek dan juga perorangan.

“Kalau bau itu kaya bau rambut kebakar, diduga dari pembakaran bulu yang masih nempel dikulit kepala sapi, terus kaya ada pake kimia juga ngolahnya,” ungkap salah satu warga yang enggan menyebut namanya, Rabu (09/11/2022).

Berdasarkan pengaduan masyarakat dan investigasi dari awak media SANGKAKALA 7, langsung menyambangi lokasi proses pembuatan kikil untuk melakukan konfirmasi, namun pemilik tidak berada di lokasi.

Menurut informasi, warga perumahan Kali Mas yang berada dibelakang gudang pembuatan kikil tersebut sering mencium aroma bau tak sedap, dan sudah pernah mendemo agar produksi pembuatan kikil ditutup, namun sampai saat ini masih beroperasi.

Hasil investigasi dilokasi pengelohan kikil, terlihat banyaknya jerigen berwarna biru dan putih, yang diduga penampungan atau tempat cairan kimia.
Warga berharap adanya sidak dari instansi terkait agar bisa terbukti dugaan penggunaan cairan kimia dalam pengolahannya.

“Warga juga pernah dengar lokasi pernah disidak tapi kita juga ngak tahu hasilnya,”

Lebih dalam, Awi Ketua RT setempat saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa sang pemilik telah menjalankan usahanya tersebut hampir puluhan tahun, meneruskan dari orang tuanya.

Terkait perijinan dan bahan baku proses pengolahan kulit sapi impor menjadi kikil, Awi tidak mengetahui hal tersebut.

“Yang saya tahu ya ada punya usaha kikil, kalau yang lain itu saya juga gak tahu, soalnya kan bukan kewenangan saya,” ujarnya.

Tetapi Ia membenarkan, adanya protes warga terkait keluhan bau tak sedap yang tercium disekitar lokasi akibat adanya proses pembakaran, sedangkan untuk zat kimia ia belum mengetahui.

“Iya pernah itu saya datangin ke sana atas keluhan masyarakat, bau tak sedap,” ungkapnya.

(R-002)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sempat Melarikan Diri, Terduga Pelaku Penikaman Ditangkap Polisi
Bangunan Pariwisata Terpadu Tambunan Lumban Pea Diduga Mangkrak, Puluhan Miliar Jadi Sorotan Publik
Guna Perkuat Ekonomi Lokal, KDMP Desa Lalombi Akan Buka Toko Grosir Desa untuk UMKM Pedagang Kecil
Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Momentum Mengembalikan Kepercayaan Publik
SAT RESKRIM POLRES HUMBAHAS TANGKAP EMPAT RAYAP BESI
Polres Labuhanbatu Ringkus Seorang Pria Bawa 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi di Rantau Prapat
Festival Merah Putih“Satukan Kebinekaan” Semarakkan Lapangan Sempur Kota Bogor
Satresnarkoba Humbahas Tangkap Kurir Ganja 72,20 Gram dari Sidikalang, Pemesan Masuk DPO
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:31 WIB

Sempat Melarikan Diri, Terduga Pelaku Penikaman Ditangkap Polisi

Kamis, 10 September 2026 - 20:48 WIB

Bangunan Pariwisata Terpadu Tambunan Lumban Pea Diduga Mangkrak, Puluhan Miliar Jadi Sorotan Publik

Rabu, 9 September 2026 - 07:50 WIB

Guna Perkuat Ekonomi Lokal, KDMP Desa Lalombi Akan Buka Toko Grosir Desa untuk UMKM Pedagang Kecil

Kamis, 3 September 2026 - 06:43 WIB

Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Momentum Mengembalikan Kepercayaan Publik

Selasa, 1 September 2026 - 10:30 WIB

SAT RESKRIM POLRES HUMBAHAS TANGKAP EMPAT RAYAP BESI

Berita Terbaru